Ketua Baznas: Indonesia Diharapkan Jadi Kiblat Zakat Dunia

Jakarta, MINA – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bambang Sudibyo berharap Indonesia suatu saat bisa menjadi kiblat zakat dunia.

Harapan Bambang disampaikan usai lembaganya berhasil meraih dua penghargaan internasional Global Islamic Finance Award (GIFA).

Dua penghargaan yang diterima Baznas pada awal pekan lalu di Cape Town, Afrika Selatan ini adalah The Best Zakat Distribution Programme dan GIFA Humanitarian Award. Keduanya merupakan pengakuan atas kerja keras para amil sekaligus menjadi tantangan dalam melayani umat lebih baik.

“Kalau kiblat salat itu sudah jelas arahnya. Sementara kiblat zakat, semoga Indonesia suatu saat bisa menjadi kiblat zakat. Apalagi Sekjen World Zakat Forum (WZF) itu orang Indonesia,” kata Bambang kepada awak media di Kantor Baznas, Wisma Sirca, Jakarta Pusat, Senin (23/9).

Bambang mengungkapkan, banyak negara-negara yang mayoritas berpenduduk muslim, salah satunya Sokoto State Zakat and Waqf Commission (Sozecom), sebuah organisasi pengelola zakat dari negara bagian Sokoto, Nigeria belajar langsung cara penyaluran zakat dari Baznas.

“Banyak negara-negara lain belajar tata cara pengelolaan dan pendistribusian dana zakat kepada Indonesia. Jadi harapan kita semua agar Indonesia menjadi kiblat zakat bukanlah harapan yang tidak ada dasarnya,” katanya.

Ia melanjutkan, dengan dana Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) yang meningkat sekitar 35 persen tiap tahunnya, lembaganya berupaya memberikan manfaat kepada mustahik untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Pada Januari hingga Agustus 2019, Baznas menyalurkan ZIS kepada 429 ribu mustahik.

Berdasar penelitian terbaru yang dilakukan oleh Pusat Kajian Strategis Baznas pada tahun ini, program distribusi mampu mengurangi angka kemiskinan sebesar 28 persen. Program pemberdayaan ekonomi juga mampu mengubah mustahik menjadi muzaki sebesar 23 persen.

“Ini menunjukkan bahwa kehadiran zakat mampu mengubah status mustahik menjadi muzaki,” katanya. (L/R06/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)