Ketua DPR RI Soroti Politik Identitas dan Kebangsaan

Jakarta, MINA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bambang Soesatyo, dalam pidato sambutan pada Sidang Paripurna DPR DPD RI menyoroti politik identitas dan kebangsaan yang terjadi menjelang pemilihan umum dan pemilihan presiden 2019 mendatang.

Bamsoet, panggilan akrab Bambang Soesatyo  juga mengungkapkan bahwa politik identitas sudah selayaknya ditinggalkan karena hal itu berpotensi memecah-belah persatuan anak bangsa. “Mari kita tinggalkan politik identitas dan kita kembangkan politik kebangsaan,” katanya di Gedung DPR MPR RI, Kamis (16/8).

Politik identitas merupakan politik yang mengangkat isu SARA untuk mendapatkan dukungan masyarakat. Identitas yang dalam konteks kebangsaan seharusnya digunakan untuk merangkum kebinekaan bangsa ini, namun justru mulai tampak menguat dalam identitas-identitas agama, suku, daerah dan lainnya.

Sebaliknya, para elit harus menyadarkan masyarakat dan menjadikan politik kebangsaan sebagai pola perjuangannya. “Politik kebangsaan yang merangkul semua elemen anak bangsa haruslah menjadi dasar dan pola dalam membangun negeri ini,” katanya.

Sidang bersama DPR dan DPD RI dilakukan setelah Pidato Kenegaraan Presiden RI dilaksanakan.  Hal ini merupakan rangkaian dari Sidang Paripurna yang dilakukan secara rutin setiap tanggal 16 Agusutus.

Hadir dalam acara tersebut, Presiden RI ketiga, Prof BJ Habibie, Presiden RI kelima, Megawati Soekarno Putri, Wapres  Kabinet Pembangunan V, Try Sutrisno, Wapres kesebelas Budiono, beserta jajaran pejabat Menteri, Ketua MA Hatta Ali, Ketua BPK, Ketua MK, Jajaran duta besar negara sahabat dan pejabat lainnya.

Sebanyak 453 anggota menandatangani daftar hadir sebelum pukul 09.00 WIB hadir dari 692 seluruh anggota DPR MPR RI seluruhnya. (R/R09/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)