KETUA KADIN OKI: UKM PUNYA POTENSI BESAR EKSPOR KE TIMTENG

Mohammad Bawazeer, Ketua KADIN Komite Timteng dan OKI pada Diskusi Panel di Kantor Redaksi MINA Jakarta, Rabu (9/7). (Rana/MINA)
Mohammad Bawazeer, Ketua KADIN Komite Timteng dan OKI pada Diskusi Panel di Kantor Redaksi MINA Jakarta, Rabu (9/7). (Rana/MINA)

Jakarta, 11 Ramadhan 1435/9 Juli 2014 (MINA) – Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Komite Timur Tengah dan Negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Mohamad Bawazeer mengatakan Rabu (10/7), UKM (Usaha Kecil dan Menengah) punya potensi besar dalam melakukan ekspor ke Timur Tengah.

“Jika UKM dapat dikembangkan maksimal, maka itu bisa meningkatkan devisa Indonesia,” ujar Bawazeer dalam diskusi panel yang diadakan Mi’raj Islamic News Agnecy (MINA) di Jakarta.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, tahun 2013 jumlah ekspor Indonesia mencapai US $ 4.742 juta. Sedangkan tahun 2012 mencapai US $ 4,855 juta. Hal itu mengingat pasar ekspor Indonesia yang selama ini masih menyasar lebih tinggi ke kawasan Amerika, Jepang di bandingkan dengan kawasan Timur Tengah.

“Disinilah perlu adanya peran pemerintah dan lembaga-lembaga terkait untuk mendorong produk Indonesia bisa lebih luas bersaing di pasar Timur Tengah,” jelas Bawazeer.

Alumni Institut Teknik Bandung (ITB) jurusan perminyakan itu juga menyatakan, secara kualitas, produk-produk Indonesia bisa bersaing dengan produk-produk dari China, Malaysia dan Thailand.

“Disinilah perlu adanya peran pemerintah dan lembaga-lembaga terkait untuk mendorong produk Indonesia bisa lebih luas bersaing di pasar Timur Tengah,” ujarnya.

Salah satu tugas KADIN adalah memberikan fasilitas, koordinasi dan perlindungan bagi produk-produk Indonesia di luar negeri. “Oleh karena itu, kita siap memberikan informasi dan kerjasama bagi para [pengusaha Indonesia yang ingin melakukan ekspor ke Timur Tengah,”tuturnya.

KADIN Indonesia merupakan organisasi yang menjadi payung bagi dunia usaha Indonesia. Berdasarkan UU No.1 tahun 1987, Kadin Indonesia adalah satu-satunya organisasi yang mewadahi para pengusaha Indonesia. Landasan operasional kegiatannya berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kadin yang disahkan dengan Keputusan Presiden RI, terakhir dengan Keppres No. 17 Tahun 2010.

MINA sebagai Kantor Berita Islam pertama di dunia yang terbit dalam tiga bahasa, Arab, Inggris dan Indonesia, dijadwalkan mengadakan Diskusi Panel bulanan tentang isu-isu aktual internasional maupun nasional di Kantor Redaksi MINA Gedung MER-C Lt 1 J-157 Jl. Kramat Lontar Jakarta Pusat.

Juni lalu, diskusi panel MINA mengambil topik “Perkembangan dan Upaya Perdamaian Situasi Mesir Pasca Pemilu Al-Sisi”,  dengan narasumber pengamat Timteng, Smith Al-Hadar.

MINA dijadwalkan akan menghadirkan Duta Besar negara-negara sahabat, Menteri, Rektor, Pengamat, Pimpinan Ormas/Lembaga Islam, dan tokoh lainnya untuk mendiskusikan persoalan yang terkait. (L/Nidiya/P04/R1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0