
Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan. (Foto:Fauziah/MINA)
Jakarta, MINA – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengatakan bahwa salah satu peran seorang ulama adalah menjadi motor penggerak untuk perbaikan umat. Menurutnya, sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia sudah membuktikan hal itu.
Hal itu disampaikannya pada acara silaturrahim nasional (Silatnas) yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Univ. Islam Madinah, bertempat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (15/06)
“Indonesia tidak mungkin merdeka tanpa peran ulama. Kita juga tidak mungkin mempertahankan kemerdekaan tanpa ulama. Kita ingat resolusi jihad yang dilakukan KH Hasyim Asyari,” katanya.
Menurutnya, peran ulama sangat menentukan perjalanan sejarah bangsa. Sejak merdeka pada tahun 1945 sampai sekarang. Bahkan menurutnya, ulama hari ini akan menentukan perjalanan sejarah hingga 50 tahun ke depan.
Baca Juga: Cuaca Jakarta Berpotensi Hujan Ringan Akhir Pekan Ini
Politisi yang juga jebolan pesantren ini mengingatkan bahwa umat Islam hari ini sekedar mayoritas secara jumlah. Ekonomi hanya dikuasai sekelompok kecil golongan. “1 persen menguasai 70 persen. Jumlah uang yang beredar, 2 persen menguasai 80 persen,” ungkapnya.
Zulkifli berharap agar para ulama mampu menjadi motor penggerak dalam membenahi sumber daya manusia. Caranya dengan memajukan pendidikan di Indonesia.
Hadir dalam acara ini Dubes Saudi Arabia, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, serta para alumni yang berasal dari seluruh Indonesia. (L/R06/P1)
M’raj Islamic News Agency (MINA)
Baca Juga: Hari Terakhir Pelunasan, Seluruh Kuota Haji Khusus 1446 H/2025 M Sudah Terisi