Ketua MUI, Prof Sudarnoto: Seret Petinggi Israel ke Pengadilan Internasional

Jakarta, MINA – Ketua Majelis Ulama Indonesia () Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI), Prof. Dr. , menyatakan petinggi pendudukan Israel harus diseret ke Pengadilan Internasional karena kejahatan genosida yang telah dilakukannya.

“Peradaban dunia sedang dikoyak-koyak oleh zionisme Israel, dengan upaya menghancurkan Gaza dan akan diganti dengan Gaza baru berbasis kejahatan genosida. Ini perbuatan paling mengerikan abad ini,” ujar Prof Noto, begitu disapa, pada Talkshow Majelis Ulama Indonesia (MUI) bertajuk “Palestina : Genosida di Abad Modern,” di Gedung Auditorium Hotel Naraya UTC UNJ Rawamangun, Jakarta, Senin malam (6/11).

Menurutnya, saat ini telah terjadi ketidakadilan global. Amerika Serikat dan NATO menjadi bagian utama dari terbentuknya situasi dunia yang tidak adil.

“Tuntutan MUI dan rakyat Indonesia adalah menyeret petinggi pendudukan Israel ke pengadilan internasional. MUI juga sudah mengirim surat ke Joe Biden (Presiden AS) agar mengubah cara pandang dan hati nurani,” lanjut Prof Noto.

Dia menambahkan, pemerintah AS sendiri sebenarnya telah mengalami public pressure dari warganya sendiri. Warga AS tidak rela uang pajaknya digunakan untuk membunuh warga Palestina.

“Warga Israel sendiri terus mendemo pemerintahnya. Pendudukan Israel sedang dikepung banyak Negara,” imbuhnya.

Talkshow Palestina dipandu Dubes Bunyan Saptomo, dengan narasumber : Prof. DR. Sudarnoto Abdul Hakim (Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasinal), KH Jeje Zainuddin (Ketua MUI Bidang Seni dan Budaya), Muhsin Shihab (Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Luar Negeri), dan Imaam KH Yakhsyallah Mansur,MA (Pembina Utama Aqsa Working Group).

Talkshow Palestina terselenggara oleh MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasinal (HLNKI) bekerjasama dengan Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSBPI) MUI, dalam rangkaian MUI Malam , dengan rangkaian Talkshow, Nasyid, Pembacaan Puisi, Orasi, dan Lelang Barang Artis. (L/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)