Jakarta, 8 Ramadhan 1436/25 Juni 2015 (MINA) – Ketua Presidium Lembaga Kemanusiaan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), dr. Henry Hidayatullah mengatakan, alat-alat kesehatan (alkes) secara menyeluruh sudah lengkap, dan kini masih dalam proses tahap penyelesaian administratif dan perizinan instalasi RS Indonesia di Gaza..
“Semua alat kesehatan sudah komplit, dan tinggal menungu administratif,” kata Henry kepada Mi’raj Islamic News Agency pada acara penyambutan relawan RSI Gaza, di Jakarta, Kamis malam (25/6).
Ia memberikan cacatan, beberapa alat kesehatan yang canggih dan belum dapat dioperasikan, maka perlu adanya pelatihan terhadap SDM (Sumber Daya Manusianya) menggunakan alat berteknologi canggih tersebut. Ini juga sedang disiapkan, ujarnya.
Ia menambahkan, Soft Launching RS Indonesia di Bayt Lahiya Gaza bagian utara, telah diadakan pada 15 Juni lalu sebagai bagian dari proses serah terima RS Indonesia di Gaza kepada pihak setempat, agar operasional rumah sakit itu secara bertahap bisa dilakukan.
Baca Juga: BKSAP DPR Gelar Kegiatan Solidaritas Parlemen untuk Palestina
“Karena itu, di samping bangunan dan alat kesehatan yang sudah diberikan oleh rakyat Indonesia, perlu juga manajemen yang baik, proses transisi inilah yang perlu waktu,” jelasnya.
Menyinggung soal daerah konflik di sana, ia mengatakan, memang hampir di setiap titik tidak ada yang dinyatakan aman, apalagi di daerah Bayt Lahiya di sebelah utara Gaza, termasuk daerah yang secara umum paling banyak terdapat korban perang. Justru itulah maka rumahs akit ini didirikan di wilayah tersebut,” katanya.
Ia menjelaskan, bahwa kehadiran RS Indonesia di Gaza merupakan sebuah hadiah dari rakyat Indonesia yang diharapkan benar-benar bisa bermanfaat bagi masyarakat Gaza.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada para relawan dari Yayasan Pesantren Al-Fatah Indonesia, yang telah rela meninggalkan kampung halaman dan meninggalkan keluarganya demi membantu dan mendukung penyelesaian RS Indonesia di Gaza tersebut,” tambahnya (L/P005/Imt/P4)
Baca Juga: Warga Israel Pindah ke Luar Negeri Tiga Kali Lipat
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)