KH Abul Hidayat Ingatkan Peran Pemuda Untuk Masa Depan Umat

KH. Abul Hidayat Saerodjie. Photo : MINA
KH. Abul Hidayat Saerodjie. Photo : MINA

Bogor, 28 Rabi’ul Akhir 1437/7 Februari 2016 (MINA) – Da’i Jamaah Muslimin (Hizbullah) KH. Abul Hidayat Saerodjie mengatakan, salah satu pilar utama dari terjaganya umat Islam di masa-masa yang akan datang tercermin pada generasi mudanya.

“Pemuda-pemuda seperti Anda inilah yang suatu saat akan menjadi benteng terdepan umat ini. Anda akan menggantikan tokoh-tokoh besar saat ini. Maka persiapkan diri Anda untuk menjadi generasi penerus yang handal dan dibutuhkan umat,” katanya di hadapan para pemuda saat mengisi taklim pemuda bertemakan “Tantangan Generasi Muda di Abad Millenium” di Masjid At-Taqwa, Cileungsi, Ahad (7/2).

Untuk itu, ia menegaskan bahwa salah satu sikap seorang pemuda dalam membentengi akhlaknya untuk kepentingan masa depan umat adalah dengan banyak bersyukur.

“Dalam sebuah ayat di dalam Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 78, Allah mengisahkan bahwa manusia pertama kali diciptakan keluar dari perut ibunya, sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa, kemudian manusia tumbuh menjadi seorang pemuda tangguh, saat itulah Anda-Anda semua harus bersyukur kepada Allah Ta’ala,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan bahwa nilai-nilai agama yang ditinggalkan oleh para pemuda cenderung akan mengubah cara hidupnya menjadi masyarakat modern yang bercorak sekuler, serba boleh, dan liberalisme.

“Ketika nilai agama ditinggalkan, hati menjadi gersang, nurani hilang dengan sendirinya, semakin jauh dari pemahaman Islam yang benar yang akhirnya Allah mencabut keberkahan darinya,” jelasnya.

“Akibat dicabut keberkahan itu, berbagai macam permasalahan hidup terus menghampirinya. Kehidupannya menjadi gelisah, muncul sifat hasad dan dengki serta inginnya memperbanyak musuh dan memusuhi saudaranya,” imbuhnya.

Di akhir penyampaiannya, ia meminta para pemuda untuk membuang jauh sifat dan sikap yang bisa menjerumuskan ke dalam kegelapan hidup dan juga mendesak para pemuda untuk ikut aktif menambah wawasan ke-Islaman.

“Anda jangan terus menjadi ekor ustadnya. Sudah saatnya Anda memikirkan masalah umat ini, jadi bukan cuma ustadnya yang paham permasalahan yang terjadi, tapi kalian tidak paham. Nah, jangan sampai seperti itu, Anda juga sudah harus paham,” pungkasnya. (L/P011/P001)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)