Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KH. Ahmad Hanafiah, Ulama Lampung yang Gigih Melawan Penjajah

Bahron Ansori Editor : Zaenal Muttaqin - Selasa, 2 Juli 2024 - 09:02 WIB

Selasa, 2 Juli 2024 - 09:02 WIB

24 Views

KH. Ahmad Hanafiah, ulama asal Sukadana Lampung Timur (foto: ig)

Oleh Bahron Ansori, wartawan Kantor Berita MINA

KH. Ahmad Hanafiah, adalah seorang ulama dan pejuang kemerdekaan asal Sukadana Lampung Timur. Ia kini telah diakui sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

Pengakuan ini merupakan bentuk penghormatan atas jasa-jasanya yang luar biasa dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

Lahir di Sukadana, Lampung Tengah (kini Lampung Timur) pada tahun 1905, KH. Ahmad Hanafiah dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang religius. Sejak kecil, beliau telah menunjukkan kecerdasan dan kegemarannya dalam mempelajari ilmu agama.

Baca Juga: Shalahuddin Al-Ayyubi Pembebas Al-Aqsa, Pelajaran dari Kunci Sukses Perjuangannya

Beliau kemudian menimba ilmu di berbagai pesantren ternama, termasuk Pondok Pesantren Sidogiri di Pasuruan, Jawa Timur.

Semangat juangnya untuk melawan penjajah mulai terlihat sejak masa penjajahan Belanda. Beliau aktif dalam berbagai organisasi pergerakan nasional, seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Sarekat Islam.

Kepemimpinannya yang inspiratif dan kegigihannya dalam menyebarkan semangat juang kemerdekaan membuatnya dihormati oleh banyak orang.

Puncak perjuangan KH. Ahmad Hanafiah terjadi pada masa Agresi Militer Belanda II tahun 1947. Beliau memimpin Laskar Hizbullah, sebuah organisasi paramiliter bentukan NU, dalam pertempuran sengit melawan Belanda di Lampung.

Baca Juga: Abdullah Azzam, Ulama Pelopor Jihad Afghan dan Palestina

Kegigihan dan strategi beliau yang brilian berhasil memukul mundur pasukan Belanda dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia di wilayah Lampung.

Namun, perjuangan KH. Ahmad Hanafiah harus berakhir dengan tragis. Beliau gugur dalam pertempuran di Kemarung, Lampung Timur pada tanggal 29 Oktober 1947.

Kematiannya merupakan kehilangan besar bagi bangsa Indonesia, namun semangat juangnya akan terus menginspirasi generasi penerus untuk selalu membela tanah air.

Pengakuan KH. Ahmad Hanafiah sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2023 merupakan bukti nyata atas jasa-jasanya yang tak ternilai.

Baca Juga: Roehana Koeddoes, Pelopor Pergerakan Wanita di Indonesia

Beliau adalah contoh teladan bagi kita semua tentang bagaimana seorang ulama dan pejuang harus mengabdikan diri untuk bangsa dan negara.

Kontribusinya

Ia layak diakui sebagai pahlawan nasional karena telah mendedikasikan hidupnya untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa dan membangun masyarakat Lampung. Berikut setidaknya sepuluh kontribusi KH. Ahmad Hanafiah yang patut dikenang.

Pertama, aktif dalam pergerakan nasional. Sejak muda, KH. Ahmad Hanafiah aktif dalam berbagai organisasi pergerakan nasional, seperti Sarekat Islam dan Nahdlatul Ulama (NU). Beliau menjadi pemimpin yang inspiratif dan menyebarkan semangat juang kemerdekaan kepada masyarakat.

Baca Juga: Abbas Ibnu Firnas: Ilmuan Muslim Penemu Penerbangan

Kedua, mendirikan pesantren. KH. Ahmad Hanafiah mendirikan Pesantren Miftahul Ulum di Sukadana, Lampung Tengah. Pesantren ini menjadi pusat pendidikan agama dan pengembangan sumber daya manusia di Lampung.

Ketiga, memperjuangkan pendidikan. Beliau gigih memperjuangkan pendidikan bagi masyarakat, terutama di daerah pedesaan. KH. Ahmad Hanafiah mendirikan sekolah-sekolah dan mendorong anak-anak untuk menuntut ilmu.

Keempat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Beliau aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung. KH. Ahmad Hanafiah mendirikan koperasi dan membantu para petani dan pedagang kecil.

Kelima, mempertahankan kemerdekaan. Beliau memimpin Laskar Hizbullah, organisasi paramiliter NU, dalam pertempuran melawan Belanda di Lampung. Kepemimpinan dan strateginya yang brilian berkontribusi pada kemenangan pasukan Indonesia.

Baca Juga: Ar-Razi: Ilmuwan Serba Bisa dari Zaman Keemasan Islam

Keenam, melestarikan budaya lokal. Beliau sangat menjunjung tinggi budaya lokal Lampung dan berusaha untuk melestarikannya. KH. Ahmad Hanafiah menjadi panutan dalam menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi Lampung.

Ketujuh, menyebarkan nilai-nilai agama. Beliau adalah ulama yang disegani dan dihormati oleh masyarakat Lampung. KH. Ahmad Hanafiah menyebarkan nilai-nilai agama Islam dengan cara yang mudah dipahami dan dipraktikkan.

Kedelapan, mempersatukan umat Islam. Beliau aktif dalam berbagai organisasi Islam dan berusaha untuk mempersatukan umat Islam di Lampung. KH. Ahmad Hanafiah menjadi tokoh sentral dalam membangun persatuan dan kesatuan umat Islam.

Kesembilan, menjadi teladan bagi generasi muda. Beliau adalah sosok yang inspiratif dan menjadi teladan bagi generasi muda Lampung. KH. Ahmad Hanafiah menunjukkan bahwa dengan semangat juang dan kegigihan, kita dapat mencapai cita-cita.

Baca Juga: Syekh Yusuf Al-Makassari: Ulama dan Pejuang Anti Penjajahan

Kesepuluh, menapaki jejak para pahlawan. Beliau melanjutkan perjuangan para pahlawan terdahulu dan berkontribusi pada kemerdekaan Indonesia. KH. Ahmad Hanafiah adalah pahlawan nasional yang patut dikenang dan dihormati.

Ahmad Hanafiah adalah pahlawan nasional yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan negara, khususnya bagi masyarakat Lampung.

Beliau adalah sosok yang patut diteladani oleh generasi muda dalam memperjuangkan cita-cita dan membangun bangsa Indonesia yang lebih sejahtera.

Semangat juang dan kegigihannya dalam melawan penjajah harus menjadi inspirasi bagi kita semua untuk selalu membela tanah air Indonesia.[]

Baca Juga: Malcolm X, Aktivis HAM Muslim Afrika Penentang Rasisme

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Indonesia
Sosok
Kolom
Indonesia
Indonesia