Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KH Cholil Nafis: Tokoh Agama Punya Peran Strategis Wujudkan Perdamaian Dunia

Rana Setiawan Editor : Rudi Hendrik - 47 detik yang lalu

47 detik yang lalu

0 Views

Kuala Lumpur, MINA – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis menegaskan pentingnya peran tokoh agama dalam mewujudkan perdamaian dan menyatukan umat di tengah keragaman bangsa maupun dinamika global.

Hal itu disampaikan Kiai Cholil saat menghadiri pertemuan pemimpin agama dunia The 2nd International Summit of Religious Leaders: The Role of Religious Leaders in Solving Conflicts yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (28/8). Dalam forum tersebut, ia hadir sebagai Rais Syuriyah PB Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus pembicara.

“Tokoh agama memiliki kedudukan terhormat di hati para pengikutnya. Karena itu, mereka berperan besar dalam membangun budaya damai, memperkuat moderasi, menjadi mediator dalam konflik, dan meneguhkan budaya dialog,” ujar Kiai Cholil.

Dalam makalah yang dipresentasikan, ia memaparkan pengalaman NU dalam menyebarkan perdamaian dan menyelesaikan konflik baik di dalam negeri maupun di dunia internasional. Ia menekankan bahwa Pancasila sebagai dasar negara Indonesia terbukti mampu menyatukan bangsa yang plural, multi-etnis, dan multi-agama.

Baca Juga: Mobil-Mobil Berhanyutan Tersapu Banjir Bandang di Arab Saudi

“Indonesia bisa menjadi model hidup berdampingan secara damai di tengah keberagaman. Lebih dari ratusan etnis dan agama bisa bersatu karena berlandaskan Pancasila sebagai piagam sosial dan kebangsaan,” jelasnya.

Menurutnya, NU menjadikan maqāṣid al-syarī‘ah sebagai landasan dalam penyelesaian konflik, dengan menempatkan penjagaan jiwa dan martabat manusia di atas segala kepentingan destruktif. Selain itu, NU konsisten mengedepankan dialog antaragama dan antarbudaya untuk memperkuat saling pengertian dan menolak segala bentuk kebencian.

Dalam kesempatan itu, Kiai Cholil juga menyinggung isu Palestina yang menurutnya bukan sekadar persoalan regional, melainkan masalah kemanusiaan global. NU, kata dia, menyerukan penghentian pendudukan Israel dan penjaminan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri serta mendirikan negara merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.

“NU mengecam segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil dan mendesak perlindungan bagi jiwa-jiwa tak bersalah. Ini adalah persoalan kemanusiaan yang membutuhkan solidaritas global, termasuk dari para tokoh agama dunia,” tegasnya.

Baca Juga: Yaman Serang Bandara Al-Lydd di Yafa Israel dengan Rudal Balistik

Forum internasional tersebut dihadiri ratusan pemimpin agama dari berbagai negara yang membahas kontribusi tokoh agama dalam meredam konflik dan mendorong perdamaian dunia yang berkeadilan.[]

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Cendekiawan Muslim Dunia Tetapkan 28 Agustus sebagai Hari “Puasa Solidaritas Untuk Gaza”

Rekomendasi untuk Anda