Khamenei Kritik Rekor Buruk Ekonomi Pemerintah Rouhani

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: The New Arab)

Teheran, 22 Rabiul Akhir 1428/21 Maret 2017 (MINA) – Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, hari Senin (20/3) mengecam k kebijakan ekonomi pemerintah yang dinilai telah jatuh dan menyerukan sebuah ‘perlawanan ekonomi’ baru untuk menciptakan lapangan kerja.

Kalangan garis keras yang dipimpin oleh Khamenei telah berulang kali mengeritik Presiden Hassan Rouhani, terutama terkait kesepakatan nuklir yang dicapai pemerintah dengan kekuatan dunia yang mengangkat sanksi ekonomi yang diharapkan meningkatkan perekonomian.

“Saya merasakan kepedihan rakyat miskin dan kelas bawah dalam jiwa saya, terutama karena harga barang, pengangguran, dan kesenjangan yang tinggi,” kata Khamenei dalam pesan Tahun Baru atau yang dikinal di Iran sebagai Nowruz.

“Pemerintah telah mengambil langkah-langkah positif, tetapi mereka tidak memenuhi harapan masyarakat dan saya,” tegasnya seperti dilansir Al Jazeera yang dikutip MINA, Selasa (21/3).

Tahun Baru, atau Nowruz, adalah even nasional yang paling penting di ‘Negeri para Mullah’, yang melibatkan pertemuan keluarga yang besar, pemberian hadiah untuk anak-anak, dan liburan.

Tingkat pengangguran di negara itu berada di posisi 12,4% tahun fiskal ini, menurut Badan Statistik Iran, naik 1,4% dari tahun sebelumnya. Sekitar 3,2 juta orang Iran adalah pengangguran dari total populasi 80 juta jiwa. “Saya menyebut tahun baru ini tahun ekonomi resistensi, produksi, dan lapangan kerja,” ujar Khamenei dalam siaran prarekaman di televisi pemerintah.

Khamenei menciptakan istilah ‘perlawanan ekonomi’ dalam menggambarkan langkah-langkah untuk membuat perekonomian Iran lebih mandiri. Istilah itu untuk membandingkan dengan kebijakan Rouhani yang membuat Iran lebih terbuka untuk perdagangan internasional dan investasi.

Kritik terbaru Khamenei datang ketika sejumlah tokoh politik terkemuka, termasuk Ayatollah Ahmad Jannati, kepala badan yang memilih pemimpin tertinggi Iran, juga mengecam Rouhani terkait kebijakan ekonominya.

Tapi kaum konservatif, yang berharap bisa menjegal Rouhani memenangkan masa jabatan empat tahun untuk periode kedua, belum mengidentifikasi calon presiden mereka.

Sementara dalam pesan Tahun Barunya, Rouhani memuji prestasi ekonomi pemerintahannya dan menyerukan hak warga negara harus dihormati. Ia tengah berupaya meraup dukungan untuk pemilu dalam waktu dekat.

“Apa yang kita capai dalam mengendalikan inflasi (dan meningkatkan) pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja dalam satu tahun terakhir ini, belum pernah terjadi sebelumnya dalam 25 tahun terakhir,” kata Rouhani dalam pesan video yang ditayangkan di televisi pemerintah. (R11/RS1)

Miraj Islamic News Agency/MINA