Khatib Al-Aqsa Serukan Perlindungan terhadap Al-Quds dan Lawan Aneksasi

Al-Quds, MINA – Khatib Masjid Al-Aqsha, Syaikh Ikrima Sabri, menyerukan agar semua pihak konsen dan memberikan perhatian pada isu Al-Quds dengan melakukan langkah-langkah untuk melawan proyek aneksasi (perampokan dan pencurian tanah), dan untuk menghadapi proyek pemberangusan yang dihadapai oleh kota suci Al-Quds.

Hal tersebut disampaikan Sabri dalam pidatonya di Forum Arab “Bersatu Melawan Deal of Century dan Rencana Aneksasi,” Sabtu (11/7).

Forum Arab tersebut digelar melalui situs-situs komunikasi elektronik pada Sabtu dan Ahad (11-12 Juli 2020), diikuti oleh para anggota sekretariat umum lembaga-lembaga tersebut, para pemimpin faksi-faksi perlawanan, federasi profesional Arab, para tokoh dari Palestina dan Yordania.

Syaikh Sabri menegaskan, semua warga Palestina menentang rencana aneksasi Lembah Yordania dan daerah-daerah di Tepi Barat. Dia menyerukan agar tidak melupakan isu persoalan Al-Quds, yang dicaplok ke dalam entitas penjajah Israel melalui pemindahan kedutaan Amerika Serikat.

Sabri menyerukan agar isu persoalan Al-Quds tetap menjadi prioritas utama, serta menolak deal of century dengan semua komponennya, terutama yang terkait dengan Al-Quds, yang merupakan dasar dari isu persoalan Palestina.

Sabri menghargai semua upaya yang dilakukan untuk menghadapi kebijakan aneksasi Israel dan deal of century serta semua proyek pemberangusan yang menarget rakyat Palestina.

Forum Arab “Bersatu Melawan Deal of Century dan Rencana Aneksasi” digelar atas undangan enam lembaga Arab (Konferensi Nasional Arab, Konferensi Islam-Nasional, Konferensi Umum Partai-partai Arab, Pertemuan Kiri Arab, Front Progresif Arab, dan Yayasan Al-Quds Internasional).

Pertemuan ini mewakili sebagian besar komponen aksi rakyat Arab, dan dari sebagian besar arus intelektual dan politik dalam menentang proyek Zionis-Amerika yang berupaya memecah-belah bangsa dan membagi entitas nasionalnya, yang memecah masyarakat dan kekuatan rakyat, agar dapat mengimplementasikan semua rencana yang bertujuan untuk menjarah sumber daya dan mengganggu proyek kebangkitannya serta menghancurkan komponen material dan spiritualnya.(R/R1/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)