KHATIB ID ISTIQLAL: UKHUWAH ISLAMIYAH KONSEP PERSAUDARAAN UNIVERSAL

Suasana di luar Masjid Istiqlal usai Shalat Idul Fitri 1436 Hijriyah, Jumat 17 Juli 2015. (Foto: Rudi Hendrik/MINA)
Suasana di luar Masjid Istiqlal usai Shalat Idul Fitri 1436 Hijriyah, Jumat 17 Juli 2015. (Foto: Rudi Hendrik/MINA)

Jakarta, 1 Syawwal 1436/17 Juli 2015 (MINA) – Khatib shalat Idul Fitri di Masjid Istiqlal Jakarta menekankan, ukhuwah Islamiyah (persaudaraan dalam Islam) adalah konsep persaudaraan inklusif dan universal.

Khatib Dr. H. A. Malik Madany, MA. menyampaikan khutbah yang bertema “Idul Fitri dan Semangat Ukhuwah Wathoniah”, Jumat (17/7).

Sementara shalat Id dipimpin oleh Imam Masjid Istiqlal Drs. H. Hasanuddin Sinaga, MA..

Menurut Malik dalam khutbahnya, kondisi damai di Indonesia, terlebih dengan hari raya Idul Fitri yang serentak di seluruh negeri, tidak lepas dari “persaudaraan antar anak bangsa”.

“Sementara di Timur Tengah dan Afrika tercabik-cabik oleh teror dan perang saudara,” katanya di depan ribuan jamaah yang memadati masjid terbesar di Asia Tenggara itu hingga lantai kelima.

Dia memaparkan, Indonesia memiliki sejarah persaudaraan yang kuat dengan latar belakang keragaman yang melimpah.

“Kemajemukan ini sangat berpotensi jika dikelola dengan arif dan bijaksana,” kata Malik.

Ukhuwah Islamiyah adalah konsep persaudaraan yang inklusif dan universal, bukan ekslusif dan internal,” tegasnya.

Malik mengelompokkan jenis persaudaraan menjadi tiga kategori. Pertama, persaudaraan antar sesama umat Islam.

Kedua, persaudaraan antar sesama anak bangsa, tanpa mengenal agama dan suku. Ketiga, persaudaraan antar sesama anak manusia, tanpa mengenal bangsa, agama dan suku. (L/P001/R05)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0