Khawatir Ada Serangan dari Gaza, Israel Ubah Rute Penerbangan

Tel Aviv, MINA – Otoritas Penerbangan Israel telah mengubah rute penerbangan ke dan dari Bandara Ben Gurion jauh dari Jalur Gaza, khawatir rudal ditembakkan sebagai tanggapan terhadap Pawai Bendera Sayap Kanan yang provokatif yang diselenggarakan oleh pemukim Yahudi ekstremis di Yerusalem pada Selasa (15/6), Times of Israel melaporkan.

Setelah banyak keraguan, pemerintah Israel yang baru menyetujui pawai, tetapi polisi bersikeras pada rute yang berbeda untuk menghindari tempat-tempat di mana pemukim mungkin akan bentrok dengan warga Palestina.

Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, mengatakan bahwa mengubah rute Pawai Bendera dan penerbangan adalah tanda “kemenangan baru” melawan pendudukan Israel.

Ia menyerukan warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem turun ke jalan untuk menghadapi pawai “provokatif” yang diselenggarakan oleh pemukim Yahudi ultranasionalis.

Sekitar 5.000 pemukim ikut serta dalam pawai tersebut. Rute itu membawa mereka dari Yerusalem Barat menuju Gerbang Jaffa Kota Tua. Gerbang tersebut digunakan sebagai jalur menuju Masjid Al-Aqsha.

Lebih dari 2.000 petugas polisi serta pasukan keamanan menutupi rute tersebut dan menyerang pengunjuk rasa Palestina dengan gas air mata dan peluru karet untuk membuka jalan bagi para pemukim ilegal. Para ekstremis sayap kanan meneriakkan “Matilah orang Arab” dan “Yerusalem adalah milik kita”.

Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa 17 warga Palestina terluka ketika polisi dan pasukan keamanan membersihkan mereka dari halaman di depan Gerbang Jaffa dan tempat-tempat lain di Kota Tua. (T/R7/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)