Khutbah Jumat: Bencana Akibat Banyak Manusia Berbuat Kemaksiatan dan Kezaliman

 Oleh: Ali Farkhan Tsani, Da’i Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Redaktur Senior Kantor Berita MINA.

 

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ؛ مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَاهَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا، أَمَّا بَعْدُ, إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُونَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

 Sidang Jumat rahimakumullah

Segala puji hanya milik Allah Tuhan alam semesta dan seisinya. Marilah kita jaga dan tingkatkan takwa kita kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepadanya.

Takwa dalam artian, selalu berusaha menjalankan perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya, mentaati-Nya dan tidak memaksiati-Nya, berdzikir kepada-Nya dan tidak melupakan-Nya, serta senantiasa mensyukuri-Nya dan tidak mengingkari-Nya.

Hadirin yang dimuliakan Allah karena takwanya

Banyaknya bencana alam yang terjadi di permukaan bumi, di samping menunjukkan kemahabesaran Allah, juga akibat dari ulah tangan manusia.

Seperti banjir bandang yang meluas dan tanah lonsgsor, sebagai akibat dari penggundulan pepohonan dan perusakan ekosistem lingkungan hidup sekitarnya.

Allah mengingatkan kita di dalam ayat-Nya:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS Ar-Ruum/30: 41).

Di dalam Tafsir Al-Wajiz, Syaikh Wahbah az-Zuhaili, menjelaskan, bahwasanya menyebarnya keburukan dari segala keburukan serta diangkatnya keberkahan disebabkan dari dosa dan maksiat yang dilakukan manusia, serta banyaknya manusia yang telah meninggalkan perintah Allah dan malah mengerjakan larangan-larangan-Nya.

Allah hendak memberikan hukuman bagi manusia atas perbuatan-perbuatan yang buruk.

Namun kemudian Allah menyebutkan hikmah akan hal itu, yaitu kemahalembutan Allah bagi hamba-Nya dan kasih sayang-Nya bagi mereka, agar mereka bertaubat kepada Allah dan memohon ampunan, mengikhlaskan ibadah kepada-Nya, dan agar muamalah mereka mengikuti tuntunan syariat.

Selanjutnya hadirin rahimakumullah

Pada ayat lain Allah menegur kita tentang binasanya kota-kota akibat penduduknya banyak melakukan kezaliman.

وَمَا كَانَ رَبُّكَ مُهْلِكَ ٱلْقُرَىٰ حَتَّىٰ يَبْعَثَ فِىٓ أُمِّهَا رَسُولًا يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِنَا ۚ وَمَا كُنَّا مُهْلِكِى ٱلْقُرَىٰٓ إِلَّا وَأَهْلُهَا ظَٰلِمُونَ

Artinya: “Dan tidaklah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang Rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.” (QS Al-Qashash/28: 59).

Pada ayat lain juga disebutkan tentang kebinasaan suatu negeri akibat warganya melakukan kedurhakaan dalam negeri itu.

وَإِذَآ أَرَدْنَآ أَن نُّهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا۟ فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا ٱلْقَوْلُ فَدَمَّرْنَٰهَا تَدْمِيرًا

Artinya: “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS Al-Isra/17: 16).

Di dalam Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah dijelaskan, jika Allah hendak membinasakan suatu negeri, maka Allah perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu untuk melakukan ketaatan dan kebaikan. Namun mereka malah bermaksiat, melakukan keburukan dan berbuat kefasikan.

Adapun orang-orang yang mendapat kenikmatan yang terlena oleh kenikmatan mereka, adalah orang-orang yang bentindak sewenang-wenang dan semena-mena, mereka adalah para penguasa yang zalim dan orang-orang kaya yang banyak maksiat.

Al-Quran pun telah banyak mengisahkan berbagai bencana dan bahaya yang ditimbulkan dari perbuatan maksiat. Di antaranya adalah banjir besar yang mencapai puncak gunung pada masa Nabi Nuh, angin puting beliung yang berhembus keras menghantam kaum ‘Ad, guntur dahsyat yang mematikan kaum Tsamud, hujan batu di negeri Sodom pada kaum Nabi Luth, awan azab yang membakar kaum Nabi Syu’aib dan tenggelamnya Fir’aun dan kaumnya di sungai Nil.

Untuk itu, hadirin yang dirahmati Allah

Marilah kita bersegera kepada ampunan Allah, bersegera beramal shalih, bersegera berinfak di jalan Allah, bersegera bertaubat kepada Allah. Sebagaimana peringatan Allah:

وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Artinya: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran/3: 133).
Semoga Allah mengampuni kita semua dan selalu membimbing kita di jalan yang dirihdai-Nya. Aamiin. (A/RS2/P2)

أقول قول هذا وأستغفر الله العظيم لى ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم

Mi’raj News Agency (MINA)