Khutbah Jumat : Bencana Sebagai Tadzkirah

Oleh : Ali Farkhan Tsani, Redaktur Senior Mi’raj News Agency (MINA), Direktur Ma’had Tahfidz Daarut Tarbiyah Indonesia (DTI)

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً. أما بعد

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah, Tuhan pemberi segala nikmat dan karunia yang tak terhingga jumlahnya. Dzat yang menakdirkan segala sesuatu penuh dengan hikmah dan pelajaran berharga.

Dzat yang Maha Menguasai segala isi langit dan bumi dan di antara keduanyaDzat yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata.  Dzat Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus seluruh makhluk-Nya.

Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,  segenap keluarga dan sahabatnya, para mujahidin dan syahidin yang gigih berjuang, serta pengikutnya yang istiqamah berjihad menegakkan sunnahnya hingga akhir jaman.

Senantiasa khatib menyampaikan wasiat kepada hadirin untuk menjaga dan meningkatkan takwa kepada-Nya. Takwa dalam arti menjalankan seluruh perintah-Nya dan meninggalkan seala larangan-Nya. Takwa dalam arti thaat kepada Allah dengan tidak memaksiati-Nya. Takwa dalam arti ingat kepada Allah dengan tidak melupakan-Nya. Dan takwa dalam arti syukur kepada Allah dengan tidak mengkufuri-Nya.

Hadirin yang sama-sama mengharap ridha Allah

Akhir-akhir ini kita menyaksikan berbagai bencana yang menimpa saudara-saudara kita di berbagai tempat di tanah air maupun di mancanegara.

Di tengah longsoran tanah meratakan apa yang di atasnya, di atas hempasan gelombang tsunami yang datang dari samudera, di genangan air bah yang meluap tidak di desa ataupun di kota dan di bawah semburan awan dan debu panas merapi ke daerah sekitarnya.

Semuanya menunjukkan betapa Allah Maha Kuasa atas segala rencana-Nya. Sekaligus semuanya menunjukkan betapa lemah dan tidak berdayanya manusia-manusia.  Sungguh semuanya telah tercatat di sisi-Nya, sebagai pelajaran berharga (tadzkirah) agar kita semua ingat dan kembali bertaubat kepada-Nya, mengakui kebesaran-Nya dan bersegera beramal shalih dan beribadah kepada-Nya.

Juga agar kita senantiasa mentauhidkannya, hanya menyembah Allah tidak berbuat syirik, serta tidak berlaku sombong dan bangga diri.

Allah mengingatkan kita di dalam ayat-Nya:

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ () لِكَيْ لَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا ءَاتَاكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ ()

Artinya : “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu). Supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Al-Hadid [57]: 22-23).

Pada ayat lain Allah mengingatkan:

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا ( ) وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا ( ) وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَا ( ) يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا () بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا ( )

Artinya : “Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya, dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (jadi begini)?”, pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.” (QS Al-Zalzalah [99]: 1-5).

Makna pada surat Al-Zalzalah menunjukkan adanya proses menuju hari akhir dari kehidupan fana dunia ini. Al-Zalzalah bermakna guncangan besar, benturan hebat, dan getaran yang dahsyat yang mencerai-beraikan, meluluhlantakan, alam seisinya.

Allah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana, bermaksud menyeru agar manusia sadar, ingat kepada Allah, ingat akan perintah-perintah-Nya, dan ingat akan larangan-larangan-Nya. Ingat bahwa dunia sebentar lagi akan ditinggalkan dan ingat bahwa alam akhirat akan segera datang.

Karena sesungguhnya esensi akhirat adalah akhir kehidupan atau akibat jangka panjang dari amal perbuatan manusia di atas dunia ini. Sedangkan ad-dunya yang bermakna sebentar, hina, dan rendah, bukanlah tujuan hidup, tetapi hanya sebatas lahan amal sholih.

Sehingga jangan sampai dengan dunia yang hina, bernilai rendah, dan hanya sebentar ini  mengorbankan tujuan jangka panjang akhirat yang lebih mulia, tinggi, dan abadi.

Oleh karena itu, hadirin yang berbahagia

Marilah kita segera bertaubat dari segala maksiat, kita mohon ampunan atas seluruh kesalahan, dan kita minta maaf atas semua khilaf.

Sebagaimana Allah menyebutkan:

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Artinya : “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada urge yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”. (QS Ali Imran [3]: 133).

Pada ayat lain Allah mengingatkan lagi:

 أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

Artinya : “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS Al-Hadid [57]: 16).

Demikianlah sidang Jumat rahimakumullah

Sebelum kita tutup khutbah pertama ini, marilah kita renungkan kembali sebuah hadits Qudsi yang maknanya,”Bahwa Allah Ta’ala berfirman, “Hai anak Adam, kamu tidak adil terhadap-Ku. Aku mengasihimu dengan kenikmatan-kenikmatan tetapi kamu membenci-Ku dengan berbuat kemaksiatan-kemaksiatan. Kebajikan kuturunkan kepadamu namun kejahatan-kejahatanmu naik kepada-Ku. Selamanya malaikat yang mulia datang melapor tentang kamu tiap siang dan malam dengan amal-amalmu yang buruk”.

“Hai anak Adam, Aku menyuruhmu tetapi kamu berpaling, dan Aku melarangmu tetapi kamu tidak mengindahkan, dan Aku menutup-nutupi (kesalahan-kesalahan)-mu tetapi kamu tambah berani,  dan Aku membiarkanmu dan kamu tidak mempedulikan Aku.”

“Wahai orang yang esok hari bila diseru oleh manusia akan menyambutnya,  namun bila diseru oleh Allah Yang Maha Besar dia berpaling dan mengesampingkan. Namun ketahuilah (walaupu demikian), apabila kamu minta Aku memberimu, jika kamu berdoa kepada-Ku Aku kabulkan,  dan apabila kamu sakit Aku sembuhkan, dan jika kamu berserah diri Aku memberimu rezeki,  dan jika kamu mendatangi-Ku Aku menerimamu,  dan bila kamu bertaubat Aku ampuni (dosa-dosa)-mu,  dan Aku Maha Penerima Taubat dan Maha Pengasih.”  (HR. Tirmidzi dan Al Hakim).

Semoga ini menjadi tadzkirah dan kebaikan kita semua. Aamiin yaa robbal ‘aalamiin. (A/RS2/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)