Khutbah Jumat: Karakter Bangsa yang Gemar Berkomplot dan Dilaknat

Oleh: Sakuri, Waliyul Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Jabodetabek

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا

يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Jamaah shalat Jumat yang semoga selalu dijaga Allah

Mengawali khutbah Jumat siang hari ini, khatib mengajak kepada seluruh jamaah untuk memuji Allah atas hidayah yang Allah karuniakan kepada kita, sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-A’raf ayat 43,

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ ۖ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ ۖ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ ۖ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran”. Dan diserukan kepada mereka: “ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan”. (Al-A’raf ayat 43).

Khatib juga mengajak kepada seluruh Jamaah shalat Jumat untuk menyampaikan sholawat dan salam kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sebagai perwujudan pengamalan perintah Allah dalam Surat Al-Ahzab 56:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Al-Ahzab 56).

Selanjutnya dari mimbar ini, khatib mewasiatkan untuk dirinya dan seluruh Jamaah untuk senantiasa bertakwa kepada Allah dan takut akan suatu hari yang pada waktu itu kita semua dikembalikan kepada Allah.

وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ۖ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

“Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)”. (Al-Baqarah 281).

Jamaah shalat Jumat yang semoga selalu dijaga Allah

Allah berfirman dalam surat Al-Maidah ayat 78-80,

لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ

“Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.” (Al-Maidah 78).

كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

“Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” (Al-Maidah 79).

تَرَىٰ كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ

“Kamu melihat sebagian besar dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka, dan mereka akan kekal dalam siksaan”. (Al-Maidah 80).

Berdasarkan informasi tiga ayat tersebut dapat kita ketahui sekurang-kurangnya ada empat sifat karakter bangsa Yahudi yang menjadikan mereka dilaknat Allah Subhanahu wa ta’ala, Pertama sikap karakter penentangan (durhaka) dan pengingkaran, kedua sifat karakter selalu melampaui batas, ketiga sifat karakter tidak melarang tindakan munkar dan keempat sifat karakter berkomplot, tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik).

Pertama, sifat karakter durhaka kepada Allah dan mengingkari perjanjian.

Allah berfirman dalam Al-Baqarah ayat 100,

أَوَكُلَّمَا عَاهَدُوا عَهْدًا نَبَذَهُ فَرِيقٌ مِنْهُمْ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

“Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan sebagian besar dari mereka tidak beriman.” (Al-Baqarah ayat 100).

Jamaah shalat Jumat yang semoga selalu dijaga Allah

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Yerusalem adalah wilayah yang berada di bawah kewenangan internasional dan diberikan status hukum dan politik yang terpisah (separated body).

Sikap ini diambil PBB dalam resolusi Majelis Umum PBB Nomor 181 tahun 1947. Resolusi ini juga memberikan mandat berdirinya negara Arab (Palestina) dan negara Yahudi (Israel) yang masing-masing berstatus merdeka.

Namun Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump melawan sikap dunia dengan mengumumkan pengakuan terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel, seperti di rilis Gedung Putih, Senin, 6 Desember 2017, Trump juga memerintahkan pemindahan segera kantor kedutaan besar AS ke Yerusalem yang kemudian disusul dengan mengumumkan usulan “Kesepakatan Abad Ini” pada Selasa (28/01/2020), yang menyulut kemarahan dunia international dan gelombang protes termasuk di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di dunia.

Di Palestina sendiri hari ini sudah Jumat yang ke empat adakan gerakan sholat subuh berjamaah di masjid-masjid, gerakan yang mereka sebut dengan kampanye “Fajar Agung” (al-fajr al-‘adzim) membawa pesan-pesan penting untuk menggagalkan rencana pendudukan semaksimal mungkin.

Sikap Presiden Trump diatas bertentangan dengan konsensus internasional atas Yerusalem, sebuah kota suci ketiga Umat Islam setelah Masjidil Haram di Mekkah Al Mukarromah dan Masjid Nabawi di Madinatul Munawwaroh yang didalamnya terdapat Al-quds Asy-syarif, Masjid Al-Aqsa kiblat pertama Umat Islam dan tempat destinasi Rasulullah shallallahu alaihi wa saallam saat Isra Mi’raj atas titah perintah Allah dalam Surat Al-Isra ayat pertama.

Jamaah shalat Jumat yang semoga selalu dijaga Allah

Kedua sikap karakter selalu melampaui batas. Sikap melampaui batas kebenaran, Ghuluw. Ibn Hajar mengatakan: “Ghuluw adalah berlebih-lebihan terhadap sesuatu dan menekan hingga melampau batas.” (Fathul Bāri, 13, hal. 278).

Allah berfirman:

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللّهِ وَقَالَتْ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُم بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِؤُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ

“Orang-orang Yahudi berkata: Uzair itu putera Allah dan orang-orang Nasrani berkata: “Al masih itu putera Allah. Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?”

Inilah sikap ghuluw, seorang nabi dilebih-lebihkan menjadi dipertuhankan. Mereka melampau batas (had) yang telah ditentukan Allah.

Jadi ghuluw dalam beragama adalah sikap melampau batas-batas dalam perintah agama.

Menjalankan perintah syariat itu tidak berlebihan (ifrāth) tidak pula menganggap remeh (tafrīth).

Allah melarang sikap melampaui batas yang dilakukan ahlul kitab, sebagaimana firman-Nya dalam al-Qur’an surat al-Mā’idah ayat 77,

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لاَ تَغْلُواْ فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلاَ تَتَّبِعُواْ أَهْوَاء قَوْمٍ قَدْ ضَلُّواْ مِن قَبْلُ وَأَضَلُّواْ كَثِيراً وَضَلُّواْ عَن سَوَاء السَّبِيلِ

Katakanlah: “Hai Ahlul Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang Telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka Telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.”

Jamaah shalat Jumat yang semoga selalu dijaga Allah

Ketiga sikap karakter tidak melarang tindakan munkar

Bangsa Yahudi memiliki sifat sangat egoistis dan apriori satu dengan lainnya. Tidak seorang pun di antara mereka mau perduli dengan kemunkaran yang dilakukan oleh zionis Israel yang sangat keji dan berbahaya.

Bahkan terhadap nyawa seorang bayi sekalipun, seperti yang menimpa pada seorang bayi berusia empat bulan bernama Maria Ahmad Ramadan Al-Ghazali yang wafat bersama ayahnya Ahmad Ramadan Al-Ghazali (31 tahun) dan ibunya Eman Abdullah Asraf (30 tahun), ketika apartemen Syeikh Zaid tempat keluarga itu tinggal dihantam rudal jet tempur Israel pada Ahad, 5 Mei 2019 lalu.

Gaza hampir tiap hari digempur rudal-rudal Israel dan itu dibiarkan tanpa ada yang mencegahnya dan melarangnya.
Kemunkaran yang merajalela di tengah bangsa Yahudi disebutkan dalam hadits riwayat Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Mas’ud, katanya:

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya pertama kali rongrongan yang menimpa Bani Israil adalah semula ada seorang yang bertemu dengan sesamanya lalu mengingatkan: “Wahai saudara, takutlah kepada Allah dan tinggalkanlah perbuatan anda ini karena tidak halal anda lakukan” Kemudian besoknya bertemu lagi dan temannya itu masih berbuat seperti kemarin, lalu ia tidak mau mengingatkannya lagi agar ia tidak (menjadikan hasil kerjanya yang haram) sebagai makannya, minumannya dan kebiasaannya. Tatkala mereka (para pendeta) membiarkan kemunkaran tersebut, maka Allah menutup hati mereka yang satu dengan yang lainnya.”

Kemudian Nabi membacakan ayat-ayat 78-81 dari Surat Al-Maidah ini, lalu beliau bersabda : “Jangan sekali-kali, Demi Allah teruskanlah amar maruf dan nahi munkar, kemudian cegahlah tangan orang yang berbuat dhalim dan kembalikanlah dia kepada kebenaran dan belalah kebenaran itu dengan pengorbanan. Atau (kalau kamu berdiam diri saja) niscaya Allah menutup hati kamu, yang satu dengan yang lainnya. Kemudian Allah melaknat kamu seperti Allah telah melaknat mereka.”

Perilaku ulama Yahudi yang membiarkan kemunkaran, membuat kemungkaran berkembang sedikit demi sedikit, sehingga merajalela di tengah mereka, dicela dan dikecam oleh Allah. Karena sikap berdiam diri mereka terhadap kemunkaran yang dilakukan oleh sesama Yahudi.

Jamaah shalat Jumat yang semoga selalu dijaga Allah

Keempat, Sifat karakter Yahudi suka berkomplot, bertolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik).

Bangsa Yahudi di dalam upaya memerangi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam saat itu dengan cara berkomplot, bahu-membahu dengan kalangan bangsa Arab yang masih musyrik dan kafir. Mereka mengadakan fakta perjanjian semacam “deal of century” di masanya untuk memerangi Nabi dan membangkitkan semangat golongan Musyrikin bangsa Arab untuk terus melakukan perang melawan beliau.

Perang yang terjadi bulan Syawal tahun 5 Hijriyah adalah komplotan musuh Islam yang terdiri dari kaum Musyrikin Mekkah, bangsa Yahudi Khaibar, suku-suku bangsa Arab yang masih menyembah berhala (Ghotfan, Murrah dan Asyja’).

Perang Ahzab diberitakan dalam Al-Qur’an pada surat Al-Ahzab ayat 10. Bangsa Yahudi yang melakukan persekongkolan dengan musuh-musuh Islam.

Aneksasi zionis Israel terhadap Palestina adalah komplotan antara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump dengan “Kesepakatan Abad Ini” -nya.

Jamaah shalat Jumat yang semoga selalu dijaga Allah

Mari kita waspadai praktik-praktik kejahatan Zionisme yang terselubung menggunakan berbagai cara dan metode dengan merangkul berbagai idiologi-idiologi baik marxisme, kapitalisme, Liberalisme dan lainnya.

Semoga Allah memberikan kekuatan dan penjagaan kepada kita semua.

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ الْمُسلِمِين

Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum Muslimin

اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَاننَاَ الْمُسلِمِين وَ المُجَاهِدِينَ فِي فِلِسْطِين

Ya Allah, tolonglah kaum Muslimin dan Mujahidin di Palestina

اللَّهُمَّ ثَبِّتْ إِيمَانَهُمْ وَ أَنْزِلِ السَّكِينَةَ عَلَى قُلُوبِهِم وَ وَحِّدْ صُفُوفَهُمْ

Ya Allah, teguhkanlah Iman mereka dan turunkanlah ketenteraman di
dalam hati mereka dan satukanlah barisan mereka

اللَّهُمَّ أَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ

Ya Allah, hancurkanlah kaum kuffar dan kaum musyrikin

اللَّهُمَّ دَمِّرِ الْيَهُود وَ شَتِّتْ شَمْلَهُم وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ

Ya Allah, binasakanlah kaum Yahudi dan cerai-beraikanlah kesatuan mereka

اللَّهُمَّ انْصُرْ المُجَاهِدِينَ عَلَى أَعْدَائِنَا أَعْدَاءَالدِّين

Ya Allah, menangkanlah kaum Mujahidin atas musuh kami musuh agama

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

(A/RS5/R1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)