Khutbah Jumat: Keluasan Rahmat Allah (Oleh: Imaam Yakhsyallah Mansur)

Khutbah ke-1:

اَالْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ اَمَرَنَا بِلُزُوْمِ اْلجَمَاعَةِ، وَنَهَانَا عَنِ اْلاِخْتِلَافِ وَالتَفَرُّقَةِ، وَاْلصَّلَاةُ وَالسَّلآ مُ عَلٰى نَبِيِّ الرَّحْمَةِ، وَعَلٰى اٰلِهِ وَاَصْحَا بِهِ هُدَاةِ اْلاُمَّةِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، مَاشَآءَاللهُ كَانَ وَمَالَمْ يَشَأْلَمْ يَكُنْ لَاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلاَّ بِا اللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ، أَمَّا بَعْدُ:  فَيَآيُّهَا اْلمُسْلِمُوْنَ،  فَيَآيُّهَا اْلمُؤْمِنُوْنَ، اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَالله، فَقَدْ فَازَ اْلمُتَّقُوْنَ، فَقَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ كِتَابِهِ اْلكَرِيْمِ، أَعُوْذُبِاللّٰهِ مِنَ اْلشَّيْطَانِ اْلرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، يَآأَيُّهَا الَّذِينَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Jamaah Jumuah yang di Muliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala

Segala puji dan syukur marilah senantiasa kita panjatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena siang ini kita bisa melaksanakan bagian dari perintah-perintah-Nya. Yaitu, melaksanakan rangkaian ibadah shalat Jumat secara berjamaah.

Sebagai bentuk syukur itu, marilah senantiasa kita semaksimal mungkin melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya, sebagai bentuk komitmen taqwa kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Jamaah Jumuah yang di Muliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala

Pada kesempatan khutbah yang singkat ini, marilah kita renungkan firman Allah Subhanahu wa Taala Q.S. Al-‘Araf [7]: 156.

وَاكْتُبْ لَنَا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ اِنَّا هُدْنَآ اِلَيْكَۗ قَالَ عَذَابِيْٓ اُصِيْبُ بِهٖ مَنْ اَشَاۤءُۚ وَرَحْمَتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍۗ فَسَاَكْتُبُهَا لِلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَالَّذِيْنَ هُمْ بِاٰيٰتِنَا يُؤْمِنُوْنَۚ (الأعراف[٧] ١٥٦

Dan tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sungguh, kami kembali (bertobat) kepada Engkau. (Allah) berfirman, “Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.”

Sebagian kandungan ayat ini menjelaskan keluasan rahmat Allah kepada hamba-Nya yang akan diberikan kepada orang bertaqwa, menunaikan zakat dan beriman kepada ayat-ayat-Nya.

Rahmat terdiri dari tiga huruf ra’, ha’, dan mim. Menurut Ibnu Faris dalam “Maqayis Al-Lughah,” setiap kata Arab yang berakar dari tiga huruf ra’, ha’, dan mim memiliki arti dasar yaitu kelembutan, kehalusan dan kasih sayang.

Sedangkan menurut Al-Ashfihani dalam “Mufradât Alfâdzhil-Qur’an,” kata rahmat berarti ‘kelembutan yang menuntut untuk selalu berbuat baik kepada yang disayangi’. Terkadang rahmat hanya khusus berarti ‘kelembutan’. Kadang juga hanya berarti ‘berbuat baik’.

Pada dasarnya, rahmat (kasih sayang) itu berasal dari Allah Yang Maha Pengasih Penyayang (Al-Rahman Al-Rahim). Allah Subhanahu wa Ta’ala. adalah sumber rahmat (kasih sayang) yang tersebar di alam semesta ini. Allah mewajibkan bagi diri-Nya sendiri sifat rahmat (kasih sayang).

Hal itu difirmankan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Q.S. Al-Anʻam [6]: 12.

قُلْ لِّمَنْ مَّا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ قُلْ لِّلّٰهِ ۗ كَتَبَ عَلٰى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ ۗ لَيَجْمَعَنَّكُمْ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ لَا رَيْبَ فِيْهِۗ اَلَّذِيْنَ خَسِرُوْٓا اَنْفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ (الأنعام[٦] ١٢

Katakanlah (Muhammad), “Milik siapakah apa yang di langit dan di bumi?” Katakanlah, “Milik Allah.” Dia telah menetapkan (sifat) kasih sayang pada diri-Nya. Dia sungguh akan mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak diragukan lagi. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman.”

Dalam kitab Shahih Al-Bukhari, dari Abu Hurairah Radiyallahu Anhu, Nabi Muhammad Shallallahu Alahi Wasallam menyatakan, pada hari penciptaannya, Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan seratus rahmat (kasih sayang). 99 rahmat (kasih sayang) masih dipegang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk disimpan. Hanya satu rahmat saja yang disebarkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. bagi seluruh makhluknya di alam raya.

Sementara menurut hadits riwayat Muslim dari Salman Al-Farisi, satu rahmat itu disebar di muka bumi, sehingga cukup bagi seorang ibu menyayangi anaknya dan semua makhluk, baik manusia, burung, semua jenis hewan dan jin dapat mengasihi satu sama lain. Lalu 99 rahmat-Nya sengaja ditahan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk memberi rahmat bagi seluruh hamba-Nya pada hari kiamat.

Sebagaimana umumnya, sejumlah kata-kata yang termuat Al-Quran mempunyai makna lebih dari satu atau sering disebut dalam Ilmu Tafsir sebagai musytarak. Dalam Al-Quran, kata rahmat disebutkan sebanyak 145 kali dengan memiliki berbagai macam arti, antara lain:

  1. Islam

Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman Q.S. Ali-Imran [3]: 74.

يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَنْ يَّشَآءُ‌ۗ وَٱللَّهُ ذُواْلفَضْلِ اْلعَظِيمِ (العمران[٣]٧٤

Allah menentukan rahmat-Nya [kenabian] kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah mempunyai karunia yang besar. (Q.S.Ali-Imran [3]: 74).

  1. Iman

Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman Q.S. Hud [11]: 28.

قَالَ يَـٰقَوْمِ أَرَءَيْتُمْ إِن كُنْتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّنْ رَّبِّى وَءَاتٰنِى رَحْمَةً مِّنْ عِندِهِۦ فَعُمِّيَتْ عَلَيْكُمْ أَنُلْزِمُكُمُوهَا وَأَنتُمْ لَهَا كَـٰرِهُونَ  (هود[١١]: ٢٨

Dia Nuh berkata, “Wahai kaumku! Apa pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan aku diberi rahmat dari sisi-Nya, sedangkan (rahmat itu) disamarkan bagimu. Apa kami akan memaksa kamu untuk menerimanya, padahal kamu tidak menyukainya.”? (Q.S. Hud [11]: 28).

  1. Surga (Al-Jannah)

Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman Q.S. Ali-Imran [3]: 107.

وَأَمَّا اْلَّذِينَ اْبْيَضَّتْ وُجُوهُهُمْ فَفِى رَحْمَةِ اْللَّهِ هُمْ فِيْهَا خَـٰلِدُونَ (العمران[٣]: ١٠٧

Dan adapun orang-orang yang berwajah putih berseri, mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya.” (Q.S. Ali-Imran [3]: 107).

  1. Hujan

Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman Q.S. An-Naml [27]: 63.

وَمَنْ يُرْسِلُ اْلرِّيـٰحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَى رَحْمَتِهِۦۤ‌ۗ أَءِلَـٰهٌ مَّعَ اللَّهِ‌ۚ تَعَـٰلَى اللَّهُ عَمَّا يُشرِڪُونَ (النّمل[٢٧]: ٦٣

Bukankah Dia (Allah) yang memberi petunjuk kepada kamu dalam kegelapan di daratan dan lautan dan yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Mahatinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan.” (Q.S. An-Naml [27]: 63).

  1. Rezeki.

Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman Q.S. Al-Isra’ [17]: 100.

قُلْ لَّوْ أَنْتُمْ تَمْلِكُوْنَ خَزَآٮِٕنَ رَحْمَةِ رَبِّىٓ إِذً۬ا لَّأَمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ اْلإِنْفَاقِ‌ۚ وَكَانَ اْلإِنَسَـٰنُ قَتُوْرً۬ا (الاسراء[١٧]: ١٠٠

“Katakanlah (Muhammad), “Sekiranya kamu menguasai perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya (perbendaharaan) itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya.” Dan manusia itu memang sangat kikir.” (Q.S. Al-Isra’ [17]: 100).

  1. Kesehatan.

Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman Q.S. Az-Zumar [39]: 38.

قُلْ اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ اَرَادَنِيَ اللّٰهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كٰشِفٰتُ ضُرِّهٖٓ اَوْ اَرَادَنِيْ بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكٰتُ رَحْمَتِهٖۗ قُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ ۗعَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُوْنَ (الزمر[٣٩]: ٣٨(

Katakanlah, “Kalau begitu tahukah kamu tentang apa yang kamu sembah selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan bencana kepadaku, apakah mereka mampu menghilangkan bencana itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat mencegah rahmat-Nya?” Katakanlah, “Cukuplah Allah bagiku. Kepada-Nyalah orang-orang yang bertawakal berserah diri.” (Q.S. Az-Zumar [39]: 38).

Jamaah Jumuah yang di Muliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:

اْلجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَالْفُرْقَةُ عَذَابٌ (أحمد(

Al-Jama’ah adalah rahmat dan perpecahan adalah adzab.” (H.R. Imam Ahmad)

Dalam riwayat lain disebutkan dengan tambahan:

(مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ وَمَنْ لَمْ يَشْكُرِ النَّاسَ لَمْ يَشْكُرِ اللَّهَ التَّحَدُّثُ بِنِعْمَةِ اللَّهِ شُكْرٌ وَتَرْكُهَا كُفْرٌ وَالْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَالْفُرْقَةُ عَذَابٌ. ( عبد الله بن أحمد بسند ضعيف

Barangsiapa tidak bersyukur atas nikmat yang sedikit, maka dia tidak bersyukur atas nikmat yang banyak. Barangsiapa tidak bersyukur kepada manusia, maka dia tidak bersyukur kepada Allah. Membicarakan nikmat Allah adalah syukur dan meninggalkannya adalah kufur. Al-Jama’ah adalah rahmat dan perpecahan adalah adzab.” (H.R. Abdullah bin Ahmad dengan sanad dhaif)

Islam adalah satu-satunya agama yang mengajak kepada persaudaraan dan terwujudnya persatuan serta mengecam perpecahan dan perselisihan. Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai pembawa Risalah Islam selalu mengarahkan umatnya untuk menjaga kesatuan (Al-Jamaah) dan menjauhi perselisihan dan perpecahan (Al-Firqah).

Jadi, kalau kita ingin mendapatkan limpahan rahmat Allah, disamping kita harus bertaqwa, menunaikan zakat dan beriman kepada Al-Quran maka hendaklah kita hidup berjamaah.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mempersatukan umat Islam dalam satu Al-Jamaah dan mampu menolong kaum yang teraniaya di bumi Palestina dan tempat-tempat lainya, serta mampu  membebaskan Masjidil Aqsa dari cengkeraman Zionis Israel dengan rahmat-Nya. Aamiin Ya Rabbal Alamiin.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم.

 

Khutbah ke-2:

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا  أَمَّا بَعْدُ. فَيَآيُّهَا اْلمُسْلِمُوْنَ،  فَيَآيُّهَا اْلمُؤْمِنُونَ، اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسى بِتَقْوَى الله فَقَدْ فَازَ اْلمُتَّقُوْنَ، وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، اللّٰهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ آْلمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَاهَذَا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

(A/R8/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)