Khutbah Jumat : Keutamaan Bulan Sya’ban Persiapan Jelang Ramadhan

Oleh : , Da’i Ponpes Al-Fatah Bogor, Wartawan Kantor Berita MINA (Mi’raj News Agency)

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ وَعَلٰى نِعَمِهِ فِي شَهْرِالشَّعْبَانِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ.

أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ, وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَام

أَمَّا بَعْدُ: فَيَاأَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ, اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَاأُولِي الْأَلْبَابِ

Hadirin Sidang Jumat yang dimuliakan Allah

Alhamdulillahi, segala puji hanya bagi Allah, marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah atas segala nikmat dan karunia-Nya, yang telah Allah curahkan kepada kita.

Shalawat teriring salam marilah senantiasa kita haturkan kepada junjungan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beserta keluarganya, para sahabatnya serta para pengikutnya yang setia menegakkan sunnahnya hingga akhir jaman.

Selanjutnya, khatib menyampaikan wasiat untuk dirinya dan keluarganya, serta hadirin sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah agar kita hidup bahagia, selamat dan sejahtera, di dunia hingga di akhirat kelak.

Takwa merupakan bekal terbaik kita untuk menghadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Seperti Allah sebutkan di dalam firman-Nya :

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَاأُولِي الْأَلْبَابِ

Artinya : “Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang berakal.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 197).

Hadirin yang dimuliakan Allah

Saat ini kita berada pada bulan Sya’ban, menjelang bulan suci . Bulan Sya’ban merupakan bulan persiapan menuju bulan Ramadhan penuh berkah.

Adapun Sya’ban, di antaranya berasal dari kata “syi’ab” yang bermakna jalan setapak menuju puncak atau jalan mendaki.

Artinya bulan Sya’ban adalah bulan persiapan pendakian yang disediakan oleh Allah kepada hamba-Nya yang beriman untuk menapaki dan menyiapkan diri dengan berbagai amaliyah menghadapi puncak bulan suci Ramadhan.

Maka pada bulan Sya’ban ini, kita bertahap mulai membiasakan puasa sunah Senin Kamis misalnya, memperbanyak tadarus Al-Quran, berdzikir dan bershalawat, berbuat kebaikan, membantu sesama saudaranya, gemar berinfak di jalan Allah, dsb. Termasuk meningkatkan solidaritas terhadap perjuangan pembebasan Al-Aqsa dan kemerdekaan Palestina.

Hadirin yang berbahagia

Selanjutnya, tentang keutamaan bulan Sya’ban ini banyak dijelaskan di dalam hadits dan oleh para ulama. Di antaranya adalah :

Pertama, Bulan Sya’bana dalah Bulan Amal-Amal Diangkat

Ini seperti disebutkan di dalam sebuah hadits dari Usamah bin Zaid, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ditanya, “Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat engkau berpuasa dalam satu bulan sebagaimana engkau berpuasa pada bulan Sya’ban.”

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun menjawab:

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya : “Itulah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan di mana amal-amal diangkat menuju Tuhan semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa.” (H.R. An-Nasa’i dan Ahmad).

Kedua, Bulan Sya’ban adalah Bulan Memperbanyak Puasa Sunah

Ini seperti disebutkan oleh kesaksian isteri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, yang mengatakan:

فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِى شَعْبَانَ

Artinya: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Adapun di antara rahasia atau hikmah mengapa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam banyak berpuasa di bulan Sya’ban adalah karena puasa Sya’ban adalah ibarat ibadah rawatib (ibadah sunah yang mengiringi ibadah wajib).

Sebagaimana shalat rawatib adalah shalat yang memiliki keutamaan karena dia mengiringi shalat wajib, sebelum atau sesudahnya. Demikianlah  puasa pada bulan Sya’ban bagaikan puasa rawatib sebelum puasa Ramadhan.

Ketiga, Bulan Sya’ban adalah Bulan Penuh Keberkahan

Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan yang didoakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan keberkahan, selain bulan Rajab dan Ramadhan.

Di dalam sebuah hadits disebutkan :

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Artinya:  “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan.” (H.R. Ahmad).

Keempat, Bulan Sya’ban adalah Bulan Turunnya Perintah Bershalawat kepada Nabi

Para ulama ahli tafsir berpendapat, Surat Al-Ahzab ayat 56 yang berisi perintah untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam turun pada bulan Sya’ban.

Ayat tentang shalawat itu berbunyi :

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُـوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Artinya : “Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. (Q.S. Al-Ahzab [33] : 56).

Berkaitan dengan ayat ini, Imam Al-Qurthubi menjelaskan, makna Shalawat dari Allah untuk Nabi adalah bentuk rahmat dan keridhoan-Nya. Sedangkan shalawat dari Malaikat untuk Nabi berarti doa dan permohonan ampun untuk Nabi. Adapun arti Shalawat bagi orang-orang beriman kepada Nabi adalah doa dan bentuk pengagungan kita terhadap baginda Nabi Muhammad. Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Untuk itu, pada bulan Sya’ban ini marilah kita memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Keutamaan shalawat disebutkan di dalam hadits:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ

Artinya : “Barang siapa di antara umatmu yang bershalawat kepadamu sekali, maka Allah menuliskan baginya sepuluh kebaikan, menghapuskan dari dirinya sepuluh keburukan, meninggikannya sebanyak sepuluh derajat, dan mengembalikan kepadanya sepuluh derajat pula” (H.R. Ahmad).

Hadirin yang dimuliakan Allah

Selanjutnya, Kelima, Bulan Sya’ban adalah Bulan Para Pembaca Al-Quran.

Sebagian ulama menyebut, bulan Sya’ban sebagai bulan Syahrul Qura, bulannya para pembaca Al-Quran. Sedangkan bulan Ramadhan disebut Syahrul Quran, bulan Al-Quran.

 

Karena itu, di antara kebiasaan para pedagang shalih terdahulu antara lain setiap bulan Sya’ban dan Ramadhan menutup tokonya.

Mereka hendak lebih khusyu’ dan lebih banyak waktu lagi untuk membaca, mengkaji dan merenungkan kandungan Al-Quran. Ini sekaligus embiasakan diri sehingga menjadi lebih mudah memasuki bulan Al-Quran, Ramadhan.

Terakhir, atau keenam,  pada Bulan Sya’ban ada peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu peristiwa pemindahan kiblat dari sebelumnya menghadap ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, Palestina, ke Ka’bah di Mekkah Al-Mukarramah, Arab Saudi.

Untuk itu, marilah kita kuatkan niat dan tekad untuk memulai meningkatkan ibadah dan segala amal kebaikan pada bulan Sya’ban ini. Kita saling mengingatkan sebagai sesama umat Islam, sebagai satu saudara, untuk memuliakan dan memaksimalkan ibadah pada bulan Sya’ban jelang Ramadhan ini.

Mengapa kalau bertadarus Al-Quran, shalat malam (tarawih), bersedekah, dan amal lainnya begitu mudah dilakukan pada bulan Ramadhan? Di samping karena memang bulan penuh berkah, juga karena memang dilakukan secara bersama-sama, berjamaah. Dan inilah hakikat kita hidup bersama kaum Muslimin, yakni hidup berjamaah, sehingga memperoleh kekuatan, keberkahan dan kasih sayang.

Demikianlah, semoga kita dapat mengambil momentum bulan Sya’ban ini sebagai saat peningkatan dalam ibadah dan amal shalih. Aamiin. (A/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Penulis, Ali Farkhan Tsani, Wartawan/Redaktur Senior MINA, Duta Al-Quds Internasional, Da’i Pondok Pesantren Al-Fatah Bogor, Penulis Buku Kepalestinaan. Penulis, Dapat dihubungi melalui Nomor WA : 0858-1712-3848, atau email [email protected].

Ikuti saluran WhatsApp Kantor Berita MINA untuk dapatkan berita terbaru seputar Palestina dan dunia Islam. Klik disini.