Khutbah Jumat: Kewajiban Mempertahankan Masjidil Aqsa

Oleh: Ali Farhan Tsani, Wartawan Kantor Berita MINA (Mi’raj News Agency)

الحمد لله الذي هدانا للإسلام، وما كنا لنهتدي لولا أن هدانا الله، الحمد لله الذي أعز أهل الإيمان، أحمده تعالى وأشكره، وأتوب إليه وأستغفره.

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، القائل سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ. وأشهد أن محمد عبدالله ورسوله، القائل لا تشد الرحال إلا إلى ثلاثة مساجد المسجد الحرام، ومسجدي هذا، والمسجد الأقصى

وأصلي وأسلم عليه وعلى أله الطيبين، وعلى الصحابة المجاهدين الأولين، وعلى التابعين ومن تبعهم من أهل السنة والأثر في الدعوة والجهاد بإحسان إلى يوم الدين.

وأوصيكم ونفسي بتقوى الله العظيم  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا  يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

Kaum Muslimin yang dirahmati Allah

Marilah kita berbicara tentang kewajiban membela, mempertahankan dan membebaskan Masjidil Aqsa dari belenggu penjajahan orang-orang yang ingkar kepada Allah.

Masjidil Aqsa adalah tempat ibadaqh utama yang menjadi perhatian semua orang beriman di seluruh dunia, karena sejarah Masjidil Aqsa adalah sejarah para Nabi utusan Allah, dan itu adalah warisan semua Nabi tanpa kecuali. Termasuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Masjidil Aqsa merupakan bagian dari akidah umat Islam, karena Masjidil Aqsa adalah kiblat pertama dari dua kiblat, kedua masjid suci yang disebutkan di dalam Al-Quran selain Masjidil Haram, dan ketiga masjid setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, yang memiliki tempat dan keagungan mulia di hati umat Islam.

Masjidil Aqsa juga merupakan tempat yang diberkahi di wilayah Syam, dan memiliki sejarah panjang tempat pertempuran antara yang haq dan yang bathil.

Dalam perjalanan Isra Mi’raj, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Allah perjalanankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa merupakan indikasi sejauh mana umat Islam harus memiliki kepedulian terhadap kedua masjid tersebut. Termasuk memakmurkannya sepanjang masa dengan berbagai kegiatan ibadah serta untuk melindunginya dari ambisi serangan musuh-musuh Islam.

Masjidil Aqsa di samping menjadi simbol perjuangan dan kejayaan umat Islam, juga menjadi pengingat kita semua untuk selalu memperhatikannya dan siap siaga menjaganya dari aksi-aksi yahudisasi terhadap Tanah Suci, dan membersihkannya dari perbuatan mereka dan mengembalikannya kepada pemiliknya yang setia, umat Islam.

Allah mengingatkan kita di dalam ayat:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.” (QS Ali Imran/3: 200).

Melalui ayat ini kita diingatkan agar bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah dan menguatkan kesabaran itu, terutama menguatkan kesabaran dalam menghadapi musuh-musuh agama Islam, serta senantiasa bersiap siaga dalam menghadapi musuh-musuh dengan selalu komitmen di jalan Allah, dengan bertakwa kepada-Nya. Termasuk kesabaran dalam perjuangan pembebasan Masjidil Aqsa. Sehingga dengan semua ini orang-orang beriman memperoleh keberuntungan.

Hadirin Rahimakumullah

Adapun perjuangan umat Islam dalam membebaskan dan mempertahankan Masjidil Aqsa sesungguhnya telah berlangsung sejak dahulu kala. Terutama yang paling utama adalah pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab ketika membebaskan Masjidil Aqsa dan menyucikannya dari kemusyrikan.

Demikian pula ketika panglima Shalahuddin Al-Ayyubi membebaskannya untuk kedua kalinya pada masa Perang Salib, dengan membersihkannya dari segala penodaan dan kezaliman.

Kini, ketika rumah yang disucikan Baitul Maqdis itu kembali dinodai, diserang dan diinjak-injak pasukan dan pemukim Yahudi Zionis, maka juang untuk membela dan membebaskannya itu pun menjadi kewajiban bersama orang-orang beriman di manapun berada. Bukan hanya bagi mereka yang di sekitar Masjidil Aqsa di Palestina saja.

Allah menyebutkan di dalam firman-Nya:

فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ اُوْلٰىهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَّنَآ اُولِيْ بَأْسٍ شَدِيْدٍ فَجَاسُوْا خِلٰلَ الدِّيَارِۗ وَكَانَ وَعْدًا مَّفْعُوْلًا. ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَاَمْدَدْنٰكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَجَعَلْنٰكُمْ اَكْثَرَ نَفِيْرًا

Artinya: “Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka, Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.” (QS Al-Isra/17: 5-6).

Wahai kaum Muslimin yang Allah Muliakan

Pada akhirnya, kita memang harus secara aktif, massif dan konsisten dalam membela agama Allah, membela Masjidil Aqsa tempat menyembah Allah, maka Allah pun akan menolong kita.

Ingatlah akan pertolongan Allah, sebagaimana firman-Nya:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تَنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS Muhammad/47: 7).

Pada ayat lain Allah menyebutkan:

وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ رُسُلًا اِلٰى قَوْمِهِمْ فَجَاۤءُوْهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ فَانْتَقَمْنَا مِنَ الَّذِيْنَ اَجْرَمُوْاۗ وَكَانَ حَقًّاۖ عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ

Artinya: Dan sungguh, Kami telah mengutus sebelum engkau (Muhammad) beberapa orang Rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan merupakan hak Kami untuk menolong orang-orang yang beriman.” (QS Ar-Ruum/30: 47).

Begitulah, kita semua sebagai orang-orang beriman harus menyadari bahwa hubungan kita dengan Masjidil Aqsa bukanlah hubungan emosional semata, juga bukan musiman saja. Namun, hubungan keimanan dan hubungan perjuangan sepanjang masa.

Karena itu, kita umat Islam memiliki kewajiban utama menjaga Masjidil Aqsa tanpa keraguan sedikitpun. Kita jadikan pula persatuan dan kesatuan di antara kita sebagai ikatan kekuatan dalam upaya membebaskan Masjidil Aqsa dari belenggu penindasan.

Tidak sepantasnya kita sebagai umat Islam, umat yang satu, terperosok dalam perselisihan, pertimbangan politik teritorial, atau keegoisan kelompok. Ada kepentingan terbesar umat ini yang harus didahulukan di atas setiap kepentingan pribadi dan kelompok. Yakni, dengan bersatu, berjama’ah, dalam perjuangan di jalan Allah pada umumnya dan dalam pembebasan Al-Aqsa pada khususnya. Hingga Masjidil Aqsa kembali ke pangkuan kaum Muslimin sepenuhnya. Aamiin yaa Robbal ‘Aalamiin. (A/RS2/P1)

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم.

Mi’raj News Agency (MINA)