Khutbah Jumat: Menolong Agama Allah

Oleh: Ali Farkhan Tsani, Da’i Pesantren Al-Fatah, Redaktur Senior MINA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

 اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Hadirin sidang Jumah rahimakumullah

Marilah kita bertekad Jumat ini harus lebih baik dari Jumat yang lalu, dalam ibadah dan takwa kepada Allah, Tuhan semesta alam. Sehingga semakin bertambah usia, yang hakikatnya semakin berkurang jatah umur kita. Akan semakin baik bekal amal kita menghadap Allah.

Hadirin rahimakumullah

Ada salah satu kewajiban di dalam Al-Qur’an yang Allah tujukan kepada orang-orang beriman, yakni menolong agama Allah.

Allah menyebutkan pada ayat:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

Artinya: “Hai orang-orang beriman, jika kalian menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian.”  (QS Muhammad [47]: 7).

Ayat senada disebutkan juga pada bagian lain:

وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

Artinya: “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa.” (QS Al-Hajj [22]: 40).

Menolong agama Allah, seperti diuraikan oleh para ahli tafsir, maksudnya adalah mendakwahkan Islam, membela Islam, termasuk berjihad untuk mempertahankan agama Islam dan kaum Muslimin dari serangan musuh.

Seperti ditegaskan oleh Sayyid Qutb bahwa “menolong agama Allah” adalah isyarat untuk berjihad dengan jiwa dan harta untuk membela Islam dan kaum Muslimin.

Kemudian dilanjutkan dengan ayat “Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa,” bermakna Allah tidaklah membutuhkan pertolongan dari manusia. Tetapi menolong agama Allah di sini adalah memang menjadi kewajiban orang-orang beriman, dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong agama-Nya dan siapa yang mengabaikannya.

أَمۡ حَسِبۡتُمۡ أَن تَدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ وَلَمَّا يَعۡلَمِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ جَـٰهَدُواْ مِنكُمۡ وَيَعۡلَمَ ٱلصَّـٰبِرِينَ

Artinya: “Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kalian, dan belum nyata orang-orang yang sabar.” (QS Ali Imran [3]: 142).

Hadirin yang berbahagia

Firman Allah  “Yaa Ayyuhalladziina aamanu” artinya wahai orang-orang yang beriman, menunjukkan bahwa perintah Allah yang disebutkan dalam Surat Muhammad ayat 7 ditujukan kepada seluruh orang yang mengaku beriman kepada Allah.

Ayat ini menjelaskan bahwa amanah dakwah dan memperjuangkan Islam tidak hanya menjadi tugas orang-orang tertentu saja seperti para dai, kyai ataupun asatidz. Baik dakwah secara lisan, tertulis, terlebih lagi dalam perbuatan.

Maka, siapapun dia orang beriman wajib mengimani seluruh ajaran Islam, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Inipun bagian dari dakwah Islam, menolong agama Allah. Sebaliknya, jika kita sebagai orang beriman tidak mengamalkan ajaran Islam, atau bahkan sebaliknya “na’udzubillaah” malah berbuat yang berlawanan dengan ajaran Islam, maka itu berarti telah menutup kemuliaan ajaran Islam.

Sehingga seorang Syaikh Muhammad Abduh pernah menyebutkan kritiknya bahwa, “Islam tertutup oleh umat Islamnya sendiri.”

Hadirin rahimakumullah

Agama Islam adalah agama untuk dijalankan secara berjama’ah. Karena itu, tidak hanya dijalankan secara individu seperti dzikir, doa, shalat, puasa dan lainnya. Namun juga dilaksanakan secara bersama.

Seperti mengelola lembaga pendidikan Islam, mengembangkan dakwah ke berbagai negeri, menerbitkan tulisan-tulisan nasihat untuk umat, hingga berjihad membela orang-orang tertindas. Termasuk ikut membantu perjuangan pembebasan Palestina dari penjajahan.

Jika pun dalam dunia tarbiyah dan dakwah misalnya, kita bukan asatidz pengajar juga bukan da’i penceramah. Maka, kita masih bisa berkontribusi sebagai pendukung perjuangan tersebut, misalnya sebagai pengawal perjuangan, ikut andil memberikan masukan-masukan, menyediakan logistik dan peralatan perjuangan, hingga memberikan infak di jalan Allah.

Namun, jikapun ada orang yang belu ikut andil serta dalam barisan perjuangan, maka akan tetap ada mereka yang mau berjihad. Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam pun telah menyatakan bahwa akan selalu ada kelompok umat yang berjuang menegakkan dinul Islam, di tengah orang-orang yang berusaha mencemarinya.

Disebutkan di dalam hadits:

لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي قَائِمَةً بِأَمْرِ اللَّهِ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ أَوْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ ظَاهِرُونَ عَلَى النَّاسِ

Artinya: “Akan senantiasa ada sekelompok dari ummatku yang menegakkan perintah Allah, tidak ada yang membahayakannya orang yang menghinakan atau menyelisihi mereka sampai datangnya hari Kiamat, dan mereka akan selalu menang atas manusia.” (HR Muslim).

Demikianlah, semoga kita menjadi bagian dari perjuangan menolong agama Allah., dan Allah pun akan menolong kita, bahkan meneguhkan kedudukan kita, dunia hingga akhirat. Aamiin Yaa Robbal ‘Aalamiin. (A/RS2/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)