Khutbah Jumat : Saling Berbagi di Bulan Suci

Oleh Ali Farkhan Tsani, Da’i Pesantren Al-Fatah, Cileungsi, Bogor, Jabar

 

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْـمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ, وكُتِبَ عَلَيْنَا الصِّيَام اَلَّذِى هُوَ رُكْنٌ مِنْ أَرْكَانِ اْلاِسْلاَمِ, أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً أَدَّخِرُهَا لِيَوْمِ الزِّحَامِ, وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَلدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى دَارِ السَّلاَم.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ وَمَصَابِيْحِ الظُّلاَمِ. أمَّا بعْدُ, فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهِ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ وَتَرْكِ الأَثَامِ وَتَدْخُلُوْا جَنَّةَ رَبِّكُمْ بِسَلاَمٍ,

وَقَالَ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hadirin yang Allah muliakan

Marilah kita jadikan hari-hari yang kita lewati untuk meningkatkan kualitas takwa kepada Allah Ta’ala. Takwa di mana saja, kapanpun jua, dan dalam keadaan bagaimapun. Termasuk dalam situasi wabah pandemi virus corona yang melanda dunia saat ini.

Justru pada saat seperti inilah, saat ujian besar kita jalani, kita semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Seraya berharap kasih sayang-Nya, ridha dan ampunan-Nya, serta kemahakuasaan-Nya untuk mengangkat wabah ini.

Hadirin rahimakumullah

Bulan suci Ramadhan sebentar lagi menghampiri kita. Kita berharap dapat menikmati keberkahan bulan penuh berkah ini dengan berbagai ibadah. Namun jikapun wabah ini masih berlanjut, kita tetap dapat menjalaninya dengan baik dan sehat. Bukan hanya ibadah puasa, tetapi ibadah-ibadah lainnya yang bernilai individual maupun sosial.

Dari sekian banyak hikmah disyari’atkannya puasa adalah memperkokoh ibadah melalui jalur komunikasi vertikal dari seorang hamba kepada Sang Maha Pencipta. Sekaligus ibadah berupa memperhalus rasa mahabbah (kecintaan) kepada sesama, yang akan mampu menjalin hubungan persaudaraan umat Islam (ukhuwah Islamiyah) dan menghancurkan pilar-pilar keangkuhan.

Shoimun yang bergelar taqwa sebagaimana Allah janjikan “la’allakum tattaquun”, akan menjadi manusia yang gemar menolong dengan hartanya, baik pada waktu lapang maupun pada waktu sempit, dapat menahan amarah, mudah memaafkan kesalahan orang lain, dan suka berbuat baik dengan sesama.

Sebagaimana Allah mengingatkan di dalam firman-Nya :

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالاَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ ( ) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ ( ) وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ ( )

Artinya :”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal”. (Q.S. Ali Imran [3] : 133-136).

Begitulah hadirin yang berbahagia

Kelak nanti dampak puasa akan dirasakan manakala kita mampu menjalin ikatan persaudaraan (ukhuwah) sebagai buah puasanya dengan sesama kaum beriman dalam satu kesatuan umat dalam satu kesatuan Jama’ah Muslimin yang tidak dapat dipecah-belah.

Kasih sayang sesama orang beriman sebagai buah kasih sayang Allah Yang Maha Pemurah akan tertanam ke dalam hati, satu saudara, satu iman, satu aqidah, satu jama’ah muslimin, bagai tubuh yang satu (kal jasadil wahid).

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَنُ وُدًّا

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang”. (QS Maryam [19]: 96).

Inilah bulan suci Ramadhan, bulan saling berbagi dengan sesama. Bulan saat dilipatgandakan segala amal kebaikan. Itu semua dimulai dari sekarang, di bulan Sya’ban menjelang Ramadhan.

Terlebih saat-saat pembatasan pergerakan, karantina tempat atau isolasi medis, saat ini, tentu banyak di antara saudara-saudara kita yang memerlukan uluran kedermawanan kita. Di sinilah iman dan takwa kita diuji. Sekaligus di sinilah nilai-nilai kebaikan bernilai sangat besar bagi mereka yang terdampak wabah.

Semoga Allah mempertemukan kita dengan bulan suci Ramadhan dalam keadaan sehat wal afiat. Semoga pula Allah mengangkat wabah ini dengan segera. Aamiin Yaa Robbal ‘Aalamiin.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 (A/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)