Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kisah Wanita Mesir Belajar Bahasa Indonesia Lewat Lagu Hingga Raih Juara 1 Tingkat Internasional

Rana Setiawan - Jumat, 2 Desember 2022 - 03:44 WIB

Jumat, 2 Desember 2022 - 03:44 WIB

13 Views

Program bahasa Indonesia bagi Penutur Asing atau BIPA sudah tidak asing lagi bagi kita. Program yang digawangi oleh Badan Bahasa, Kemendikbudristek ini menembus lebih dari 45 negara, bahkan data tersebut makin bertambah setiap tahunnya.

Hal ini merupakan implikasi dari amanah UU Nomor 24 tahun 2009 tentang misi menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional.

Saat ini, banyak orang asing yang tertarik belajar bahasa Indonesia, alasannya pun beragam mulai dari ingin berwisata ke Indonesia, mengenal budaya, berkarir, hingga menjadi guru budaya Indonesia di negaranya.

Demikian pula mimpi Noha Gharib saat diwawancarai Devi Virhana dalam diskusi hangat bertajuk “Wanita Mesir Belajar Bahasa Indonesia Lewat Lagu”. Diskusi tersebut tayang di kanal Youtube Badan Bahasa pada bulan September lalu.

Baca Juga: Silaturahim dengan Sulaturahmi, Ternyata Berbeda Makna

Saat itu, Devi sebagai pewara sekaligus teman dekat Noha menanyakan alasan mengapa wanita kelahiran negeri 1.000 menara ini tertarik belajar bahasa Indonesia, mengapa bukan bahasa yang lain? Sontak ia menjawab alasannya mulanya karena berwisata ke Bali,  kemudian setelah pulang ke Mesir, Ia mencari tempat untuk belajar bahasa Indonesia di Mesir tepatnya di Pusat Kebudayaan Indonesia (Puskin) di Kairo.

Kekagumannya dengan keindahan alam Indonesia, budaya, khususnya musik Indonesia membuat ia ingin kembali ke Indonesia dengan harapan mengantongi ilmu budaya Indonesia dan membawanya ke Mesir.

Mempelajari-memahami-mengamalkan seperti itulah alur yang ingin ia tempuh nantinya.

Tak lama ia mempelajari bahasa Indonesia di Puskin, Noha pun mendapat beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB), Kemendikburistek RI ke Indonesia, dengan bahasa Indonesia yang pas-pasan (tingkat 1) akhirnya dia nekad berangkat dan menempuh pendidikan S2 di Universitas Negeri Yogyakarta dengan jurusan seni musik.

Baca Juga: Keistimewaan Puasa Enam Hari Bulan Syawal Seperti Berpuasa Setahun

Di awal ia masih terkendala bahasa, apalagi di negeri berbahasa Jawa, bahasa Indonesia saja belum lancar, gagap pasti, namun ia tak bisa diam dengan situasi tersebut.

Dalam video berdurasi lebih 8 menit tersebut, Noha mengaku dirinya memacu kemampuan berbahasa dengan mengenal banyak lagu-lagu Indonesia.

Tonton di sini

Baca Juga: Syawalan di Semarang, Potret Harmoni Budaya dan Peningkatan Ekonomi Rakyat

Selain piawai bermain musik, wanita yang akrab disapa Nono ini juga memiliki suara yang indah, bahkan ia selalu ingin mengasah bakat dengan tampil di berbagai acara dan perlombaan.

Bahkan belum genap Satu tahun ia di Indonesia, sudah mengantongi juara 1 lomba nyanyi berbahasa Indonesia tingkat internasional yang diadakan Universitas Negeri Malang yang diumumkan pada 30 November 2022.

UM Ifest 2022 merupakan perlombaan skala internasional yang diikuti oleh penutur asing dari berbagai negara semisal lomba membaca berita, lomba menari, lomba bernyanyi, dan sebagainya.

Sebelumnya,  ia meraih juara 3 diajang yang sama, dan menjadi peserta juga dalam Festival Handai Indonesia (FHI) tingkat internasional yang diadakan oleh Badan Bahasa pada Oktober lalu.

Baca Juga: Sungkeman, Tradisi Penuh Makna dalam Momen Idul Fitri

Perjuangannya tentu tidak mulus, mulai dari memahami kata demi kata, pelafalan,  huruf-huruf, dan waktu fokus untuk belajar bahasa yang harus diimbangi dengan tugas-tugas kuliah, namun ia tak pantang menyerah. Dukungan orang tua dan teman-teman terus mengalir saat ia harus hidup sendiri di tanah air.

Selain kerap bermain musik dan mengcover lagu-lagu berbahasa Indonesia, ia juga membagikan ceritanya kepada Duta Bahasa Yogyakarta dalam program siniar di Balai Bahasa Yogyakarta bahkan ia berniat untuk berkolaborasi lebih lanjut dalam program-program lainnya.

Kepala Balai Bahasa Yogyakarta Dwi Pratiwi, sangat menyambut baik kolaborasi tersebut, ia berharap akan banyak pemelajar BIPA yang bersemangat mengembangkan bakatnya.

Sementara itu saat ditemui terpisah, Aminudin Aziz, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa juga mengapresiasi kreatifitas pemelajar BIPA yang turut membantu penginternasional bahasa Indonesia.

Baca Juga: Kerasnya Hati Orang Yahudi

Ia mengaku akan menyiapkan wadah yang lebih strategis bagi pemelajar BIPA yang berbakat dan ingin unjuk kebolehan bahkan tidak tertutup kemungkinan pemelajar BIPA tampil di TV Nasional.(AK/R1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Wae Rebo: Desa di Atas Awan dengan Rumah Adat Unik

Rekomendasi untuk Anda