KJRI Jeddah Gelar Temu Investor Dorong Dana Investasi Saudi ke Indonesia

Jeddah, MINA — Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah mengundang 15 pengusaha dan investor dari berbagai daerah di Arab Saudi untuk menghadiri pertemuan secara virtual dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) dari Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jambi.

Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Eko Hartono, menyatakan kegiatan yang dikemas dalam Temu Investor berlangsung Rabu (31/3) di KJRI Jeddah ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama investasi antara Indonesia dan Arab Saudi.

Dia mengharapkan, Temu Investor yang diinisiasi oleh Tim Promosi Ekonomi dan Perdagangan (Prometer) KJRI Jeddah ini dapat mendorong masuknya dana investasi lebih besar dari Arab Saudi dengan mengajak para investor potensial untuk menjajaki peluang investasi di tiga provinsi tersebut.

Disampaikan dalam kesempatan tersebut gambaran ringkas seputar peluang investasi, peraturan atau kebijakan Pemerintah RI yang diharapkan dapat manarik minat para pengusaha dari Arab Saudi untuk menanamkan modal di berbagai sektor yang ditawarkan oleh tiga provinsi tersebut.

“Saya melihat potensi investasi Arab Saudi di luar negeri sangat besar. Mereka mempunyai dana yang luar biasa besar. Nah, ini yang harus kita gunakan untuk kepentingan pembangunan di Indonesia,” kata Konjen RI Jeddah dalam sambutan pengantarnya.

Oleh karena itu, imbuh Konjen, arus investasi Arab Saudi ke Indonesia harus terus didorong mengingat Arab Saudi dengan kekuatan ekonominya yang demikian besar nilai investasinya di Indonesia masih tergolong kecil.

“Sampai saat ini nilai investasi dari Arab Saudi US$ 5 juta, suatu jumlah yang sangat kecil dan harus diperjuangkan untuk ditingkatkan,” lanjut Konjen Eko Hartono.

Berbagai proyek yang siap menerima penanaman modal asing (PMA) atau foreign direct investment (FDI) ditawarkan oleh Dinas PMPTSP di tiga Provinsi tersebut melalui presentasi singkat.

Proyek-proyek, antara lain, pengembangan infrastruktur transportasi, sektor pariwisata, perhotelan, pendidikan, kesehatan dan agrobisnis, manufaktur, dan pendirian pabrik pengolahan produk berbahan dasar kelapa sawit.

Disampaikan pula dalam pertemuan tersebut sektor apa saja yang terbuka dan tertutup bagi PMA, kebijakan berinvestasi di Indonesia, fasilitas dan kemudahan bagi investor asing, nilai penyertaan modal asing di berbagai sektor, jaminan keamanan dan kenyamanan berinvestasi di Indonesia, skema kemitraan dan penyelesaian sengketa.

Di akhir pertemuan, Konjen RI Jeddah mengusulkan agar ada tindak lanjut dari pertemuan tersebut guna membahas secara detail dan teknis bidang-bidang yang diminati oleh para calon investor.

Kegiatan Temu Investor ini dipandu oleh Pelaksana Fungsi Ekonomi-1, Windratmo, dengan narasumber Kepala Dinas PMPTSP Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat dan Jambi, serta Iwan Ungsi selaku Direktur Indonesian Investement Promotion Center yang berkantor di Abu Dhabi.

Ke depan, KJRI Jeddah mengharapkan adanya show of interest dari para pengusaha yang hadir terhadap proyek-proyek yang ditawarkan. Untuk itu, KJRI akan siap memfasilitasi pembicaraan teknis lebih lanjut.(R/R1/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)