KLAIM KORBAN SIPIL OLEH SERANGAN RUSIA PUTIN SEBUT PERANG INFORMASI

Moskow, 18 Dzulhijjah 1436/2 Oktober 2015 (MINA) – Presiden Rusia Vladimir Putin membantah klaim adanya korban warga sipil akibat serangan udara militernya di Suriah dan menyebut tudingan itu adalah “perang informasi”.

“Ketika muncul laporan media mengenai penderitaan penduduk sipil, kami siap untuk perang informasi ini,” kata Putin pada pertemuan Dewan Presiden untuk Masyarakat Sipil dan Hak Asasi Manusia, Kamis (1/10).

“Laporan pertama tentang korban sipil, bahkan muncul sebelum pesawat kami melakukan serangan,” kata Putin sebagaimana dikutip media nasional Rusia, RIA Novosit.

Presiden yang beberapa hari lalu bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama di New York, membandingkan serangan udara Rusia terhadap gerilyawan di Suriah dengan serangan koalisi pimpinan AS yang menurutnya diluncurkan tanpa mandat PBB atau undangan dari Pemerintah Damaskus.

“Kami memiliki undangan seperti itu dan kami berniat untuk melawan organisasi teroris dan mereka saja,” katanya, Press TV melaporkan yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Serangan udara Rusia terhadap militan yang beroperasi di Suriah resmi dimulai pada Rabu, setelah Majelis Tinggi Parlemen Rusia memberi Putin mandat untuk menggunakan kekuatan militer di Suriah.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov juga mengatakan kepada wartawan di New York pada Kamis setelah bertemu mitranya dari Amerika Serikat John Kerry, Moskow tidak mendapat informasi tentang cedera di kalangan warga sipil oleh serangan udara Rusia di Suriah.

“Berbicara tentang cedera di kalangan warga sipil akibat serangan ini. Kami tidak memiliki data tersebut. Kami sangat hati-hati melihat dan serangan ini hanya menargetkan posisi serta peralatan dan fasilitas senjata unit teroris,” kata Lavrov.

Seorang sumber keamanan Suriah yang namanya tidak dirilis dalam laporan mengatakan pada Kamis, serangan udara terbaru dari empat pesawat tempur Rusia menyerang basis yang dikuasai oleh Army of Conquest di Jisr al-Shughur dan Jabal al-Zawiya di barat laut provinsi Idlib, Suriah.

Sumber juga mengatakan, depot senjata milik gerilyawan di provinsi Hama juga menjadi sasaran.

Pada Kamis, jet Rusia dilaporkan melakukan serangan udara terhadap pejuang yang didukung asing di provinsi Homs.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov telah mengumumkan, Moskow telah menempatkan lebih dari 50 pesawat militer ke Suriah. (T/P001/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Comments: 0