Kelompok Pertama Jamaah Haji 2021 Tiba di Masjidil Haram

Situasi pelaksanaan Tawaf Qudum (Tawaf kedatangan) yang dilaksanakan oleh jamaah haji 1442H/2021M kloter pertama di Masjidil haram, Makkah, Sabtu pagi (17/7/2021).(Foto: Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi)

Makkah, MINA – Kelompok pertama Jamaah haji 1442H/2021M  tiba di Masjidil Haram Makkah pada Sabtu pagi (17/7) untuk melaksanakan Tawaf Al-Qudum (Tawaf Kedatangan), yaitu berjalan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali melawan arah jarum jam.

Kelompok pertama jamaah haji di tengah pandemi Covid-19 ini tiba bersamaan dengan persiapan besar yang dilakukan oleh Presidensi Umum Masjidil Haram dan Masjid Nabawi bagi menyambut para tamu Allah ini, Kantor Berita Nasional Arab Saudi SPA melaporkan.

Pemerintah Arab Saudi telah mengerahkan segala kemampuan dan memberikan segala sarana kenyamanan bagi jamaah haji, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang kretat, langkah pencegahan dan jaga jarak fisik untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19.

Direktur Departemen Umum Pengelolaan Jamaah Masjidil Haram Eng. Osama bin Mansour Al-Hujaili menjelaskan, persiapan telah dilakukan untuk menerima para jamaah setibanya di Masjidil Haram pada 7 Dzulhijjah 1442H untuk melakukan Tawaf al-Qudum di lantai Mataf dan Masa.

Ia menambahkan, tempat-tempat yang dapat menampung sekitar 11.000 orang itu telah disiapkan untuk mengatur masuknya jamaah haji ke lantai-lantai area Mataf.

Al-Hujaili menyebutkan, lebih dari 500 pegawai telah dikerahkan untuk menerima jamaah haji sejak pagi 7 Dzulhijjah untuk memasuki Masjidil Haram melalui tiga titik berkumpul (titik Kudai, Shubaika dan Ajyad) untuk melakukan Tawaf Al-Qudum.

Ia menyatakan bahwa setelah menjalankan ibadahnya, jamaah haji harus meninggalkan masjid melalui Gerbang Al Marwa, dengan tetap menjaga jarak fisik.

Pelaksanaan ibadah haji 2021, sama seperti tahun lalu masih di tengah pandemi Covid-19, terbatas pada warga negara dan penduduk Arab Saudi yang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dan telah menjalani prosedur karantina.

Kuota dibatasi hanya 60 ribu, serta dikhususkan bagi warga Saudi dan ekspatriat yang sudah menetap di sana. Mereka dipilih dari lebih 500 ribu calon jamaah yang mendaftar. Dari 60 ribu jamaah haji, sebagian adalah WNI yang menetap di Saudi.

Sementara Konsul Haji, KJRI Jeddah Endang Jumali mengatakan, hingga kini sudah terdata 327 Warga Negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi yang bisa melaksanakan ibadah haji tahun ini.

Syarat jamaah haji harus bebas dari penyakit kronis apa pun dan harus telah menerima vaksin coronavirus dan berusia antara 18 dan 65 tahun, sesuai dengan peraturan dan prosedur haji 2021 (1442H), yang diumumkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Saudi.(T/R1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)