KNEKS Gelar Webinar Optimalisasi Potensi UMKM Pesantren saat Pandemi

Jakarta, MINA – Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) pada Kamis (18/6) menggelar seminar virtual membahas optimalisasi pemberdayaan potensi Usaha Micro Kecil Menengah (UMKM) di pesantren saat Pandemi COVID-19.

Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan, Pandemi COVID-19 yang saat ini terjadi berdampak terhadap dua hal yaitu kesehatan dan juga perekonomian.

Ia mengatakan kecepatan pemulihan ekonomi nasional sendiri sangat bergantung dengan kebijakan sektor kesehatan dan Kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Menurut Susiwijono, Kebijakan PEN yang merupakan paket jaring pengaman dan stimulus ekonomi ke sektor UMKM, BUMN, Koperasi dan perbankan melihat pesantren memiliki potensi yang begitu besar terhadap perubahan sosial ekonomi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, di mana Pesantren mempunyai potensi ekonomi sebesar 91,72%.

Anwar Bashori Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia juga mengatakan, dalam penguatan Ekonomi Syariah Pesantren dan UMKM merupakan dua kelembagaan yang menjadi fokus BI dalam pemberdayaan ekonomi syariah.

Ia mengungkapkan, pesantren sendiri merupakan local wisdom ekonomi syariah Indonesia di mana ada banyak pesantren yang telah mampu mengembangkan usaha-usahanya.

Menurutnya, pesantren perlu memiliki lembaga usaha karena pesantren membutuhkan dana. Dengan adanya lembaga usaha ini maka pesantren tidak lagi bergantung pada iuran, bantuan pemerintah dan Sodaqoh masyarakat.

“Saya sangat yakin begitu pesantren maju, maka akan berdampak pada masyarakat di sekitarnya, lingkungannya, dan sosialnya,” ujar Anwar.

Ahmad Juwaini Direktur Bidang Keuangan Inklusif, Dana Sosial Keagamaan dan Keuangan Micro Syariah KNEKS juga mengatakan hal serupa.

Ia mengatakan, penguatan UMKM Industri Halal termasuk melalui pesantren ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh serta membantu pemulihan ekonomi Indonesia di tengah Pandemi.

Untuk itu menurutnya perlu adanya upaya untuk mendorong hak tersebut. Diantaranya meningkatkan jumlah ekspor produk halal dan Mengurangi ketergantungan produk impor.

Menstimulus ekosistem industri halal dan meraih peluang industri global halal serta Meningkatkan kesadaran dan memberikan informasi tentang industri halal kepada UMKM. (L/R7/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)