Knesset Israel Pilih Bubar, Pemilu 1 November

Yerusalem, MINA – Anggota-anggota Knesset (Parlemen) Israel memilih membubarkan parlemen, menyiapkan panggung untuk pemilu kelima entitas pendudukan dalam waktu kurang dari empat tahun, karena rezim koalisi tenggelam lebih dalam ke dalam ketidakpastian politik.

RUU pembubaran Knesset disahkan dalam pembacaan akhir pada hari Kamis (30/6) dan menetapkan 1 November sebagai tanggal untuk pemilu yang baru, Press TV melaporkan.

Anggota parlemen dengan suara bulat menyetujui rancangan undang-undang untuk membubarkan parlemen pada hari Selasa (28/6), setelah pekan lalu Perdana Menteri Naftali Bennett mengumumkan bahwa koalisinya yang berusia setahun dan sangat terpecah tidak lagi dapat dipertahankan.

Hal itu karena serangkaian pembelotan anggota koalisi yang merusak kemampuan kabinetnya untuk meloloskan undang-undang dan memerintah secara efektif.

Bennett akan menyerahkan kekuasaan kepada Menteri Luar Negeri Yair Lapid sebagai Perdana Menteri Sementara, sesuai dengan kesepakatan pembagian kekuasaan yang mereka sepakati setelah pemilihan umum yang tidak meyakinkan tahun lalu.

Bennett mengumumkan, dia tidak akan mencalonkan diri dalam pemilihan mendatang tetapi akan mempertahankan posisinya sebagai perdana menteri alternatif sampai pemilu.

Lapid dan partainya Yesh Atid sangat ingin menyelesaikan proses secepat mungkin untuk menggagalkan kemungkinan bahwa pemimpin oposisi Benjamin Netanyahu dapat membentuk koalisi baru di Knesset saat ini.

Pemungutan suara mendatang akan memberi Netanyahu, pemimpin oposisi saat ini, kesempatan untuk mendapatkan kembali kekuasaan.

Israel mengadakan empat pemilu yang tidak meyakinkan antara 2019 dan 2021, yang sebagian besar merupakan referendum tentang kemampuan Netanyahu untuk memerintah saat diadili karena korupsi.

Bennett membentuk koalisi delapan partai pada Juni 2021 setelah pemilu yang tidak meyakinkan berturut-turut.

Koalisi ideologisnya yang terbagi adalah aliansi partai-partai mulai dari sayap kanan hingga partai Muslim Arab, termasuk sayap kanan seperti Bennett dan partai Yesh Atid yang berhaluan tengah Lapid.

Koalisi kehilangan mayoritas awal tahun ini karena beberapa Anggota Knesset mundur dari koalisi. (T/RI-1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)