Komisi HLNKI MUI Latih Ulama Berdiplomasi

Jakarta, MINA – Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI) MUI melatih puluhan peserta dari internal MUI dan ormas Islam, seperti ulama maupun aktivis untuk belajar diplomasi.

“Ini pelatihan diplomasi level dasar, kita ingin mempersiapkan sosok ulama dan aktivis ormas Islam jika ditunjuk sebagai Duta Besar mewakili Indonesia, sehingga sekaligus bisa menyebarkan nilai Islam Wasathiyah, ” ujar Ketua Komisi HLNKI MUI, Bunyan Saptomo, saat mengikuti rapat rutin Pimpinan Harian MUI, Selasa (29/11) di Jakarta.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Bulgaria ini mengatakan, selain dari jalur karier, banyak duta besar yang ditunjuk karena jalur politik ataupun ormas Islam. Pelatihan ini bisa memberikan modal khususnya internal MUI jika sewaktu-waktu ditunjuk sebagai duta besar.

Selain itu, kata dia, pelatihan diplomasi ini juga bermanfaat mengenalkan Islam Wasathiyah ke kancah dunia secara lebih baik. Diplomasi yang tepat akan membawa Islam Wasathiyah dipahami dan diterima oleh masyarakat dunia.

Dia menyampaikan, banyak peserta yang antusias dengan kegiatan diplomasi tersebut. Karena itu, pada 2023, dia merencanakan menyusun sepuluh program pelatihan diplomasi yang dikhususkan kepada aktivis maupun ulama.

Pelatihan diplomasi tahap pertama sebelumnya sudah dilaksanakan secara hybrid pada 24 November 2022 di Kantor MUI. Pelatihan itu diikuti pengurus MUI Pusat, MUI Provinsi, dan utusan ormas Islam tingkat pusat.

Saat memberikan sambutan pada kegiatan tersebut, Ketua MUI Bidang HLNKI Sudarnoto Abdul Hakim, menyebut, acara ini merupakan tonggak sejarah baru bagi MUI. Sebab, kata dia, kegiatan sejenis ini baru pertama kali ini dilaksanakan.

“Pada 2050, Indonesia kemungkinan besar menjadi negara dengan muslim terbanyak di dunia, sementara Indonesia menempati urutan ke tiga, kesadaran berdiplomasi ini penting untuk menghadapi tatanan dunia baru, ” ujarnya, Kamis (24/11) di Aula Buya Hamka, Kantor MUI, Menteng, Jakarta. (R/R5/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)