Komisi X Apresiasi Meningkatnya Minat Baca di Indonesia

Jakarta, MINA – Berdasar hasil survei oleh Inggris, minat baca di Indonesia saat ini mencapai 6 jam per pekan.

Ketua Komisi X DPR RI, Djoko Udjianto mengapresiasi Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia yang dinilai berhasil meningkatkan budaya baca dan literasi pada masyarakat Indonesia serta menilai capaian tersebut merupakan prestasi yang luar biasa.

“Ini menandakan bahwa Perpusnas di dalam mensosialisasikan minat baca itu betul-betul berhasil dan ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa,” kata Djoko usai memimpin Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala Perpusnas RI beserta jajaran di Jakarta, Rabu (13/3).

Legislator Partai Demokrat ini juga mengungkapkan, Indonesia menjadi juara kedua jumlah perpustakaan yang ada di dunia karena jumlah perpustakaan di Indonesia kini ada lebih dari 160.000, namun ia juga mengingatkan, o mengingatkan agar capaian Perpusnas tersebut harus terus menjadi semangat untuk meningkatkan lebih lagi kualitas perpustakaan yang ada di daerah-daerah.

“Perpusnas dalam setiap tahunnya harus memperbarui jumlah dan judul-judul buku yang ada di setiap perpustakaan yang tersebar di wilayah Indonesia, sehingga, minat baca masyarakat Indonesia tidak menjadi turun, karena buku yang disediakan tiap tahun selalu diperbarui dan tidak usang,” ujar Djoko.

Legislator dapil Jawa Tengah III ini juga meminta kepada Perpusnas untuk bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk semakin mendorong minat baca kepada masyarakat terutama di pedesaan.

“Perpustakaan tidak hanya sekedar tempat membaca tetapi juga mendidik kreativitas. Saat kunjungan kerja spesifik yang lalu, Komisi X DPR mendapati adanya perpustakaan di daerah yang memberikan pengajaran untuk ekonomi kreatif, seperti membuat tas dan lain-lain. Jika ini dapat ditingkatkan melalui kerjasama dengan Bekraf, ini tentunya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan,” ungkap Djoko.

Selain itu, Djoko berharap kepada Perpusnas agar juga bersinergi dengan Kepala Daerah,  mengingat Kepala Daerah mempunyai banyak Dana Alokasi Khusus (DAK), yang dapat digunakan untuk  untuk membiayai perpustakaan di daerah.

“DAK itu salah satunya untuk membiayai perpustakaan di daerahnya. Kalau itu terwujud, pasti akan menambah kembali besarnya perpustakaan ini, baik dari segi jumlah judul buku maupun fasilitas sarana prasarananya. Jika dapat terwujud, maka minat baca di Indonesia akan semakin tinggi,” pungkas Djoko. (R/R09/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)