Kondisi Kesehatan Tahanan Palestina Mogok Makan Kritis

Ramallah, MINA – Kondisi kesehatan di , yang melakukan aksi makan, menurun dan kritis.

“Kondisi paling parah dialami Miqdad al-Qawasmi yang kini berada di rumah sakit Kaplan Israel,” demikian diungkapkan pengacara para tahanan , Jawad Boulos, Senin (11/10).

“Kondisi kesehatan para tahanan administratif Israel menurun,” ujarnya seperti dikutip WAFA, Selasa (12/10).

Boulos yang sempat menjenguk tiga tahanan yang mogok makan, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Komite Tahanan, hari Senin, bahwa tahanan Qawasma, yang telah mogok selama 82 hari, mulai mengalami kesulitan berbicara.

Para tahanan administratif itu juga mengalami gejala kesehatan serius yang dideritanya selama beberapa waktu, menimbulkan bahaya ganda bagi hidupnya.

Baca Juga:  Belasan Ribu Perempuan Palestina Menjadi Tahanan Israel Sejak Pendudukan

Boulos telah mengunjungi dua tahanan, Hisham Abu Hawash, yang telah mogok selama 56 hari, dan Shadi Abu Akar, yang telah mogok selama 48 hari, dan mereka berada di penjara Klinik Ramle.

Kata dia, kedua tahanan itu, Abu Hawash dan Abu Akar, menghadapi kondisi kesehatan yang sulit dan berbahaya. Mereka dibawa dengan kursi roda untuk dijenguk, dan gejala yang muncul pada mereka adalah sakit kepala parah dan seluruh tubuh, penurunan berat badan yang meningkat,  kurus, muntah terus-menerus, dan kesulitan tidur.

Mengenai apa yang terjadi terkait masalah penahanan administratif mereka, Boulos membenarkan, pada hari Senin diadakan sidang untuk tahanan Abu Aker, yang merupakan sidang yang dijadwalkan untuk mengukuhkan perintah penahanan administratifnya untuk jangka waktu enam bulan.

Baca Juga:  ISMAIL HANIYA: PEPERANGAN 'ASF AL-MA’KUL' JALAN MENUJU PEMBEBASAN AL-QUDS

Dia mengungkapkan, dirinya tidak dapat mengunjungi tahanan Alaa Al-Araj, yang telah melakukan mogok makan selama 65 hari, yang telah dipindahkan ke rumah sakit sipil .

Perlu dicatat bahwa jumlah tahanan yang melakukan mogok makan, sebagai aksi penolakan penahanan administratif ada enam, yang tertua adalah tawanan Kayed Fosfor, yang telah mogok selama 89 hari.

Selain enam tahanan tersebut, tahanan Khalil Abu Aram juga mulai kemarin memulai aksi mogok makan sebagai dukungan untuk para tahanan. Diharapkan tahanan lain akan bergabung dengannya sebagai dukungan. (T/B04/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)