Konferensi di Afsel, Massa Pro-Palestina Tolak Duta Besar Israel

Demo tolak Israel. (Foto: Haaretz)
Demo tolak Israel di Afsel. (Foto: Haaretz)

Johannesburg, 9 Jumadil Awwal 1437/17 Februari 2016 (MINA) – Konferensi tentang masalah air dan kemiskinan di Johannesburg, Afrika Selatan (Afsel) akhirnya dibatalkan setelah menuai banyak kritikan dari masyarakat mengenai rencana turut sertanya Duta Besar Israel pada konferensi itu.

Duta besar Israel, Arthur Lenk, dijadwalkan akan menjadi pembicara pada konferensi yang sedianya akan digelar pada akhir Februari nanti bertema “Pengelolaan Air secara Adil dan Berkelanjutan untuk Pengentasan Kemiskinan.”

Konferensi itu diselenggarakan oleh surat kabar The Guardian, Haaretz dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA) melaporkan, Rabu (17/2).

“Kami bersedia berbagi keahlian untuk membantu Afrika Selatan dengan masalah kekeringan. Kami sangat menantikan waktu untuk membantu Afrika Selatan dan negara lain di dunia yang menghadapi masalah yang sama,” kata Michael Freeman, juru bicara Kedutaan Besar Israel.

Organisasi gerakan global Boikot, Penghentian Saham, dan Sanksi (BDS) di Afrika Selatan dalam pernyataannya menyambut baik pembatalan itu. BDS menarik janji dari setiap sponsor dan penyelenggara untuk tidak menyertakan Israel dalam setiap peristiwa untuk kepentingan masa depan bersama.

Gerakan boikot itu juga mengatakan sangat senang terkait ditariknya Duta Besar Israel dalam pembicaraan terkait memanfaatkan krisis air. Menurut gerakan itu, teknologi air Israel tidak istimewa, teknologi tersebut tersedia secara luas di negara-negara yang lebih ramah lainnya.

Lorenzo Fioramonti, seorang ekonom politik di Universitas Pretoria dan direktur Pusat Studi Inovasi Afsel rencananya juga akan ikut menjadi pembicara pada konferensi itu.

Namun, ia menarik diri pada pekan lalu sebelum adanya pembatalan karena terjadi boikot akademik internasional terhadap pejabat publik Israel oleh BDS.

“Ada bukti yang cukup untuk menunjukkan bagaimana Israel telah mengambil air dari masyarakat Palestina,” tegasnya.(T/P011/R05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)