Konferensi Internasional Bela Baitul Maqdis dan Al-Aqsa Resmi Dibuka

(Foto: Istimewa)

Putrajaya, MINA – Konferensi internasional “ASEAN Plus NGOs Conference in Defence of Baitul Maqdis and Masjid Al-Aqsa” yang bertujuan membela situs suci umat Islam di Palestina resmi dibuka di Jakim Auditorium Islamic Complex Putrajaya, Malaysia, Sabtu (23/3).

Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Sabu mewakili Perdana Menteri Tun Dr. Mahathir Mohamed membuka konferensi dua hari yang digelar LSM tingkat ASEAN dengan mengambil tema “Bersama Membela Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa”.

Mohamad Sabu menegaskan, Pemerintah Malaysia mendukung sepenuhnya segala bentuk usaha demi pembebasan Al-Aqsa dan Kemerdekaan Palestina.

Dia menyatakan, pemerintah akan terus menggunakan panggung diplomasi dunia sebagai platform untuk meningkatkan kesadaran internasional akan kemerdekaan dan pengembalian hak-hak warga Palestina.

Menurut dia, inisiatif seperti forum, seminar dan konferensi internasional memberikan perkembangan positif ketika komunitas dunia, terutama negara-negara Eropa, mulai menunjukkan dukungan kepada Palestina.

“Untuk Malaysia, kami tidak terlibat dalam pengiriman pasukan bersenjata di Palestina, tetapi kami memainkan peran Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui seminar sehingga warga Palestina dapat kembali ke tanah air mereka,” kata Mohamad saat menyampaikan pidato pembukaan.

“Ketika kami mengusahakan hak komunitas Rohingya untuk kembali ke negara mereka, kami juga akan terus menggunakan pendekatan kemanusiaan dalam membantu kemerdekaan Palestina,” sambungnya.

Mohamad mengatakan Malaysia akan terus menginspirasi rakyat Palestina dengan memperluas lobi internasional, terutama ke negara-negara besar dan berpengaruh.

“Upaya ini juga sejalan dengan komitmen berkelanjutan dari Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad yang sering menggunakan tahap ia harus berbicara tentang hak-hak Palestina. Dengan upaya berkesinambungan dari Malaysia dan negara yang bersimpati pada rakyat Palestina, kami melihat bahwa negara-negara Eropa tidak lagi tunduk pada desakan Amerika Serikat dan Israel,” imbuhnya.

Dia menambahkan bahwa meskipun dukungan kuat dari pertahanan dunia atas Palestina, negara Arab belum bangkit untuk memperjuangkan nasib rakyat Palestina.

“Kami cukup jengkel dengan negara Arab, yang masih dalam pokok pembicaraan. Memang benar bahwa di bumi Palestina tidak ada apa-apa. Tidak ada minyak tetapi Alquran mengatakan bahwa bumi penuh dengan berkah. Siapa yang mengendalikan tanah ini, mendominasi dunia, dari zaman Namrud hingga saat ini yang mencari kendali atas rezim Zionis,” katanya.

Sementara itu dalam pidatonya, Mohamad mengatakan bahwa rezim Zionis Israel melanggar hukum internasional, serta tindakan mereka untuk menyita kapal-kapal yang membawa obat-obatan dan bantuan makanan.

“Palestina meluncurkan roket reguler yang tidak mengakomodasi siapa pun, tetapi Israel bereaksi secara besar-besaran sampai membunuh banyak warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan. Dunia khususnya AS mengakui Israel dan terus menekan Palestina ketika mengakui Baitulmaqdis sebagai ibu kota Israel,” katanya.

Dia mengatakan kemarahan dan kekecewaan rakyat Palestina mendorong mereka untuk bertindak, tetapi tindakan itu terus dicap sebagai terorisme.

“Negara yang meluncurkan roket dan bom untuk membunuh ratusan jiwa tak berdosa, tindakan yang mencoba menakuti masyarakat juga merupakan tindakan kekerasan,” tambahnya.

Pembicara yang hadir dari berbagai kalangan intelek dan ulama internasional dari Malaysia, Turki, Yordania, Palestina dan Indonesia.

Khusus dari Indonesia, Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) KH Yakhsyallah Mansur akan mengurai peranan ulama dalam membela Masjid Al-Aqsa.

Acara itu juga mengundang beberapa LSM yang fokus kepada ke-Palestinaan dan Al-Aqsa, temasuk Al-Aqsa Working Group (AWG) yang bermarkas di Indonesia.

Dalam beberapa pekan terakhir, ketegangan di Kompleks Masjid Al-Aqsa meningkat setelah otoritas Yahudi Israel melakukan beberapa kali penutupan pintu kompleks, melarang jamaah Muslim, dan menangkapi sejumlah warga dan ulama Palestina.

Konferensi nantinya akan ditutup oleh Dato Seri Anwar Ibrahim, tokoh yang kelak akan menggantikan Mahathir selepas dua tahun menjabat.(L/K01/R01)

Mi’raj News Agency (MINA)