Konferensi Karbala Diikuti 60 Negara Tegaskan Dukung Palestina, Tolak Normalisasi

Bagdad, MINA – Juru bicara Dar Al-Ifta , Sheikh Amer Al-Bayati, mengatakan  diikuti 60 negara di Kota Karbala, Irak, menghasilkan  “Seruan Global Al-Aqsa”  menegaskan dukungan  perlawanan terhadap pendudukan Zionis Israel dan melawan normalisasi dengan pendudukan .

“Dalam peryataan penutupan konferensi Irak ini ditegaskan dukungan dan pentingnya melanjutkan jalan perlawanan dan melawan normalisasi dengan pendudukan Zionis Israel,” kata Al-Bayati, Rabu (7/9), sesudah penuupan konperensi yang berlangsung dua hari, demikian keterangan yang dikutip MINA.

Konferensi juga menekankan dimensi kemanusiaan dan Islam dari isu perjuangan Palestina.

Konferensi menegaskan pembelaan pada isu Palestina, mengutuk kejahatan pendudukan Zionis Israel, dan juga menegaskan pentingya  mewujudkan keadilan dan mendukung orang-orang tertindas, terutama orang-orang Palestina, yang menjadi sasaran berbagai bentuk ketidakadilan paling buruk dan perampasan hak-haknya.

“Al-Quds Al-Sharif dan Masjid Al-Aqsa telah menjadi perhatian kami dari waktu ke waktu. Kami tahu bahwa para penguasa Arab tidak memiliki keputusan, terutama mereka yang melakukan normalisaksi dengan pendudukan Israel. Dar Al-Iftaa Irak menyerukan segala upaya yang memungkinkan rakyat Palestina untuk bangkit,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Persatuan Cendekiawan Muslim di Lebanon, Sheikh Ghazi Hanina, menekankan bahwa kita harus bersama Palestina.

“Meskipun mereka berusaha memotong dan menghancurkan kita, mereka tidak akan bisa memotong tangan kita untuk mengirimkan senjata ke Jenin,” tegasnya.

Sementara Mansour Mandour, salah seorang ulama Al-Azhar Al-Sharif, mengatakan bahwa Masjid Al-Aqsa adalah harapan dan kehormatan umat.

“Jika sesuatu terjadi padanya sementara umat tetap diam, maka itu merupakan aib bagi umat ini dan telah mencoreng mukanya dengan rasa malu sampai hari kiamat,” katanya.

Para peserta konferensi menekankan bahwa perlawanan Islam akan tetap ada di Palestina dan semua negara Muslim. Bahwa sudah menjadi tugas agama dan umat beragama untuk menjadi pendukung perjuangan Palestina, dan berjuang untuk mendukungnya.

Para peserta menyatakan bahwa konferensi ini digelar pada saat pendudukan Israel makin menindas Palestina. Mereka menyerukan para ulama dan semua orang bebas di dunia untuk mendukung rakyat Palestina.

Menurut penyelenggara, konferensi digelar berdasarkan pada beberapa fakta, terutama pentingnya kerjasama internasional dan solidaritas di antara orang-orang yang beriman dalam isu perjuangan Palestina untuk mewujudkan prinsip-prinsip keadilan dan mendukung orang-orang yang tertindas, terutama adalah orang-orang Palestina, yang mengalami berbagai bentuk ketidakadilan yang paling keji dan perampasan hak-haknya. (T/R8/P1)

Miraj News Agency (MINA)