Kongres Ekonomi Umat untuk Kurangi Kesenjangan

Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI M Azrul Tanjung. (Foto: Rendy/MINA)

Jakarta, 24 Rajab 1438/21 April 2017 (MINA) – Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI),  M Azrul Tanjung mengatakan, penyelenggaraan Kongres Ekonomi Umat (KEU) memiliki tujuan untuk mengurangi kesenjangan ekonomi masyarakat Indonesia.

“Kongres ini dilatarbelakangi dari keprihatinan akan lebarnya kesenjangan ekonomi antara orang kaya dan orang miskin. Bukan tak boleh kaya. Dengan konferensi ini, kami ingin masyarakat kurang mampu harus memiliki semangat usaha,” kata Azrul kepada MINA di Jakarta, Jum’at (21/4).

Azrul menuturkan, kongres yang sedianya berlangsung selama tiga hari itu diharapkan bisa menjadi solusi terbaik terkait kondisi ekonomi masyarakat Indonesia sekarang. Menurut Azrul, saat ini masyarakat Indonesia yang memiliki kecukupan ekonomi sangat minim.

“Kalau kita melihat negara-negara di dunia, seharusnya sebuah negara normalnya 3 persen dari jumlah warganya bergerak di bidang wiraswasta. Sementara di Indonesia, masyarakat yang bergerak di bidang itu malah kurang dari 1 persen,” kata Azrul yang juga Ketua Pelaksana Kongres itu.

Padahal, kata Azrul, masyarakat Indonesia mayoritas adalah umat Islam, sementara umat Islam mengajarkan umatnya untuk menjadi orang kaya. Itulah kenapa ada zakat. Ini menunjukkan Islam menganjurkan umatnya untuk menjadi orang kaya.

“Orang kaya di Indonesia hanya sekitar 3 juta dari 250 juta jumlah penduduk. Artinya masih ada 247 juta masyarakat Indonesia yang kurang beruntung dari sisi ekonomi. Kita mengimbau ustadz-ustadz di masjid untuk tidak sungkan menyebarkan ayat-ayat yang berkaitan tentang ekonomi kepada umat Islam,” tandasnya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat akan menyelenggarakan Kongres Ekonomi Umat (KEU) di Hotel Grand Sahid Jaya pada 22-24 April 2017. Kongres tersebut mengusung tema “Arus Baru Ekonomi Indonesia.”

Peserta yang akan diundang antara lain, pengusaha UMKM, MUI pusat dan provinsi, ormas Islam, perguruan tinggi negeri dan swasta, pondok pesantren, serta pengusaha besar, dengan target peserta hingga 500 orang.

Turut hadir pula pengusaha besar seperti Chairul Tanjung dan Arifin Panigoro. Presiden Joko Widodo dan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid bahkan sudah bersedia membuka secara resmi kongres ini. Rencananya, kongres bakal ditutup oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. (L/R06/B05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)