Konjen RI Jeddah: Umrah Masih Terkendala Sinkronisasi Peduli Lindungi dan Tawakkalna

Jakarta, MINA – Meski umrah telah dibuka, Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Eko Hartanto, mengatakan  keberangkatan jamaah Indonesia masih terkendala sinkronisasi antara aplikasi Indonesia Peduli Lindungi dan aplikasi milik Saudi, Tawakkalna.

“Permasalahan kita sekarang adalah Peduli Lindungi belum bisa dibaca oleh mesin barcodenya petugas Saudi. Nah ini yang perlu kita sinkronkan, perlu kita integrasikan, agar saat nanti jamaah datang ke sini bisa masuk Masjidil Haram. Tanpa itu mereka tidak bisa bahkan sholat di Masjid Nabawai juga tidak bisa” ujar Konjen dalam wawancara jarak jauh dengan MINA, Ahad (10/10) malam.

Ia mengungkapkan, saat ini pihak Saudi dan Indonesia terutama Kementrian Kesehatan kedua belah pihak sedang merampungkan pembahasan terkait dengan integrasi atau link antara aplikasi Peduli Lindungi dengan Tawakkalna.

Selain itu, Eko juga mengatakan, sampai saat ini posisi Saudi hanya mengizinkan  jamaah yang telah melaksanakan vaksin lengkap, tapi di luar vaksin yang pertama diakui Saudi yaitu, Pfizer, Moderna, AstraZeneca dan Jhonson maka mereka harus dibooster dengan salah satu dari vaksin itu.

“Jadi tantangan kita juga adalah bagaimana kita meyakinkan Saudi bahwa jamaah kita juga sudah aman. Jika Saudi setelah pembicaraan dengan kita menerima dua vaksin tanpa booster, Alhamdulillah. Tapi kalau tidak, maka tantangan kita selanjutnya adalah bagaimana kita menyediakan vaksin booster bagi calon jamaah,” katanya.

Konjen juga menyampaikan pesan kepada para calon jamaah umrah Indonesia apabila berangkat ke Saudi, harus tetap memperhatikan protokol Kesehatan serta menyiapkan diri sebaik mungkin dengan menjaga kesehatan.

“Pertama terkait umrah, calon jamaah harus mempersiapkan diri, selain vaksin, atau booster apabila diharuskan, jamaah juga harus paham, ini umrah masa pandemi. Beda dengan masa normal jadi wajib menjaga protokol Kesehatan. Kedua,  menjaga kesehatan karena meski sudah vaksin tidak ada jaminan tidak terinfeksi,” katanya. (W/R7/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)