KONSER MUSIK SLANK SAMPAIKAN PESAN SOSIAL KEPADA MASYARAKAT ASIA-AFRIKA

Foto: Kemenpar
Foto:

Jakarta, 30 Jumadil Akhir 1436/19 April 2015 (MINA)- Menteri Pariwisata (Menpar) mengatakan, konser musik akan  menyampaikan pesan sosial yang saat ini tengah dihadapi masyarakat Asia-Afrika yakni; kemiskinan dan kerusakan moral akibat praktek korupsi dan bencana alam, radikalisme yang melahirkan terorisme, serta penyalahgunaan narkoba.

Konser musik yang bertajuk  “Prosperity and Piece without Drugs: No More Drugs in Asia  Africa & The World “  tersebut menjadi bagian dari side event yang digelar Panitia Nasional PKAA ke-60 diketuai Kepala Staf Presiden bersama  ,  Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian BUMN serta komunitas SLANK  atau para Slankers.

Konser tersebut dilaksanakan di Monumen Nasional (Monas), Ahad (19/4). Acara ini juga akan diramaikan oleh band dan penyanyi seperti Ari Lasso, SandhySondoro, Steven Jam, Endank Soekamti, D’ Rumah Harmoni Daddy And The Hot Tea,  dan Di Atas Rata Rata.

“Salah satu karakter Benua Asia-Afrika sekarang adalah dinamika penduduknya yang setengahnya lebih adalah berusia muda. Musuh besar dari kaum muda adalah penyalahgunaan narkoba,” kata Menpar. Arief Yahya. dalam siaran pers Kemenpar yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Ia mengatakan, Kawasan Asia-Afrika kini bukan saja menjadi pusat pemasaran,  tetapi juga menjadi basis produksi barang haram ini.  SLANK sangat giat menyerukan kepada kaum muda untuk melawan penyalahgunaan Narkoba dan menyerukan anti korupsi.

Menurutnya, SLANK adalah sebagai messenger bukan sekedar musicians karena SLANK adalah sebuah komunitas yang  sejak dulu sangat mendukung gerakan anti penyalahgunaan Narkoba.

“Jorgan yang gencar diserukan antara lain;  Do your thing but don’t do drugs. Loe Nyoba Lu Ketagihan. Loe Ketagihan Datang Kematian!  Kematian bagi Pemakai dan Penyalur. Semua Mati Cepat!,” kata Arief Yahya.

Arief Yahya menjelaskan lebih jauh, Menpar sebagai Ketua Panitian Nasional untuk side event  bersama Pemprov Jabar dan Pemkot serta masyarat luas termasuk para relawan  telah menyiapkan  sekitar 50 kegiatan.

Diantaranya yaitu; Konser Musik SLANK, Asia-Afrika Carnival, forum diskusi parliamentary, pameran dan workshop kerjasama selatan-selatan triangular (KSST), Indonesia Heritage Exhibition, Pameran Koleksi Dokumentasi KAA, New Asia Youth Conference 2015, Asia-Africa Business Summit (AABS), serta Working Lunch SIDS.

Kemenpar juga mengadakan kegiatan Famtrip Social Media Stars merupakan ajang untuk mempromosikan pariwisata, dengan membuat buat gathering bersama para pegiat media social untuk keliling objek di Bandung dan sekitarnya.

Para  Social Media Stars yang ambil bagian antara lain  Michael Turtle (Time Travel Turtle-Australia), Juno Kim (Runaway Juno-Korea Selatan), Eunice Khong (Travelfolio-Singapore), Bowo Hartanto (Travel Junkie Indonesia), dan Anton Diaz (Our Awesome Planet-Filipina). Para blogger ini  datang dari negara pasar pariwisata Indonesia. Mereka  keliling ke obyek wisata dan akan meng-upload foto-foto mereka pada 18 hingga 26 April 2015. (T/P010/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0