New York, MINA – Para konsulat Israel terkurung di dalam gedung Kantor Konsulat di New York City,Senin (18/9). Para konsulat dan karyawan dilarang meninggalkan tempat tersebut, setelah sebuah amplop berisi bubuk putih dikirim ke gedung tersebut bersamaan dengan ancaman yang ditujukan pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Menurut seorang pejabat senior Israel, itu adalah ancaman kedua yang dikirim ke gedung itu dalam empat hari. Insiden tersebut terjadi tak lama setelah Netanyahu mengakhiri pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di New York dan kembali ke kamar hotelnya.
The Times of Israel yang dikutip Mi’raj News Agency (MINA) melaporkan, pasukan keamanan setempat memeriksa isi amplop itu dan setelah jelas bahwa zat tersebut tidak berbahaya, pekerja diizinkan keluar dari gedung yang menampung konsulat Israel New York dan misi PBB-nya itu.
Netanyahu telah bertemu dengan Trump dan mendesak presiden AS untuk melakukan perlawanan terhadap program nuklir Iran dan meminta dunia untuk melawan agresi konvensional Teheran.
Baca Juga: Pusat Budaya dan Komunitas Indonesia Diresmikan di Turki
Trump, sementara itu, hampir tidak menyebutkan Iran pada penampilan bersamanya, alih-alih mengulangi keinginannya untuk menjadi perantara kesepakatan damai Israel-Palestina. Trum hanya mengatakan, kunjungan Netanyahu sangat istimewa dan kesempatan semacam itu jarang terjadi. (T/B05/ P2)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: DPR AS Keluarkan RUU yang Mengancam Organisasi Pro-Palestina