Konsulat Jenderal RI Kinabalu Kembali Pulangkan TKI Tanpa Dokumen Resmi

Foto: Kemlu RI
Foto: Kemlu RI.

Jakarta, 25 Rabi’ul Akhir 1436/4 Februari 2016 (MINA) – Satgas Perlindungan WNI KJRI Kota Kinabalu telah mengirim anggota timnya ke Pusat Tahanan Sementara (PTS) Sibuga, Sandakan.

Mereka akan melakukan verifikasi data sebagai dasar penerbitan SPLP bagi 41 orang TKI ilegal, terdiri 22 lelaki, 17 wanita dan dua anak-anak, yang akan dipulangkan ke Indonesia.

Menurut rencana, TKI ilegal yang akan dipulangkan itu diberangkatkan dari PTS Sibuga menuju Tawau pada Kamis (4/2) langsung menuju Indonesia melalui pelabuhan Nunukan, Kalimantan Timur, demikian rilis resmi Kementrian Luar Negeri RI yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Hadi Syarifuddin Ketua Tim Satgas menyatakan bahwa dalam pengamatannya, para TKI ilegal yang akan dipulangkan itu umumnya dalam keadaan sehat. Menurut pengakuan mereka, fasilitas pusat tahanan sementara keimigrasian cukup baik dan bersih. Mereka juga diberikan makanan yang cukup dan diperlakukan dengan baik.

Konsul Jenderal RI di Kota Kinabalu, Akhmad DH. Irfan menyatakan bahwa satu masalah mendasar mengenai para TKI ini adalah banyak dari mereka yang tidak mengenal kampung halaman mereka.

Banyak TKI yang akan dipulangkan lahir dan besar di Sabah, sehingga mereka enggan untuk kembali ke Indonesia.

“Seringkali TKI yang akan dipulangkan itu terpaksa ditangguhkan pemulangannya karena tidak tahu kampung asalnya. Mereka mengaku lahir dan besar di Sabah dan sudah berulangkali ditangkap aparat imigrasi karena pelanggaran keimigrasian. Dalam hal ini, KJRI sudah lebih ekstra hati-hati sebab rawan sekali terjadi kekeliruan, jangan sampai terjadi KJRI memberikan dokumen kepada yang bukan Warga Negara Indonesia,” demikian kata Konjen Irfan.

KJRI Kota Kinabalu memulangkan TKI illegal rata-rata setiap Ahad 40 hingga 60-an orang. Sepanjang tahun 2015, telah berhasil dipulangkan total 2.753 orang. Saat ini diperkirakan jumlah WNI/TKI di Sabah total 470 ribu orang, dimana sebagian besar bekerja di kebun-kebun kelapa sawit di seluruh Sabah.(T/P008/R05)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)