Kontraktor Pertahanan Israel Kerja Sama dengan Perusahaan Negara UEA

(Foto: AFP/Getty)

Abu Dhabi, MINA – Dua perusahaan kontraktor pertahanan Israel akan bermitra dengan perusahaan teknologi yang terhubung dengan pemerintah Uni Emirat Arab, kerja sama yang akan menjadi salah satu langkah paling signifikan dalam normalisasi hubungan antara kedua negara.

G42, sebuah perusahaan yang berbasis di Abu Dhabi yang mengkhususkan diri dalam kecerdasan buatan dan komputasi awan, menandatangani kemitraan dengan Rafael dan Israel Aerospace Industries (IAI) untuk meneliti cara-cara memerangi pandemi virus corona, kantor berita WAM yang dikelola pemerintah UEA melaporkan, Jumat (3/7).

Dikatakan, pemimpin-pemimpin perusahaan dari kedua negara tersebut  menandatangani nota kesepahaman melalui tautan video antara kedua negara.

Kedua negara secara resmi tidak memiliki hubungan diplomatik.

Dikutip dari The New Arab, Rafael dan anak perusahaan IAI, Elta, mengkonfirmasi perjanjian tersebut.

Elta, yang berspesialisasi dalam sensor, radar, peperangan elektronik dan sistem komunikasi, mengatakan bahwa mereka akan bekerja sama dalam penelitian dan teknologi yang berfokus pada kecerdasan buatan, sensor, dan laser.

Mereka mengatakan, kolaborasi tidak hanya akan menguntungkan kedua negara tetapi seluruh dunia karena bergulat dengan pandemic virus corona.

Yoav Turgeman, CEO Elta, mengatakan dalam sebuah pernyataan, “Kami bangga bergabung dengan Grup 42 dari Uni Emirat Arab dan menjadi pertanda kegiatan bersama di masa depan antara kedua negara.”

Kesepakatan itu bertentangan dengan peringatan baru-baru ini dari para pejabat UEA yang mengatakan, rencana aneksasi Israel terhadap bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki akan merusak upaya Tel Aviv untuk meningkatkan hubungan dengan negara-negara Arab.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pekan lalu  akan mengumumkan kemitraan dengan UEA dalam perang melawan virus corona. (T/RI-1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)