Damaskus, 18 Rabi’ul Awwal 1436/9 Januari 2015 (MINA) – Sebuah konvoi bantuan medis yang dikirim oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), baru-baru ini gagal mencapai ribuan warga sipil yang terjebak dalam perang di kota Aleppo, Suriah utara.
Bulan lalu, rezim Suriah berjanji kepada WHO untuk memfasilitasi akses ke Aleppo. Namun, kondisi keamanan menggagalkan upaya organisasi itu untuk mengakses warga sipil yang membutuhkan di kota Aleppo.
“Penundaan sering terjadi karena alasan operasional atau keamanan, tetapi rincian tidak dapat dijelaskan,” kata juru bicara WHO, Tarik Jasarevic, ARA News yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), melaporkan Jumat (9/1).
Menurut WHO, ada 240.000 perlengkapan pasokan medis dari mereka dan Bulan Sabit Merah Suriah yang ditahan di sebuah gudang milik rezim di Aleppo.
Baca Juga: Lima Paramedis Tewas oleh Serangan Israel di Lebanon Selatan
Menurut Persatuan Organisasi Bantuan Medis Suriah non-pemerintah, penyakit kolera, tifus, kudis dan TBC menyebar di antara 360.000 orang di Aleppo yang dikuasai kelompok oposisi karena kurangnya perawatan atau vaksin. Daerah terputus di tiga titik oleh tentara Suriah.
WHO mengatakan dalam sebuah pernyataan, pasokan bedah sebelumnya telah disingkirkan dari konvoi di pos pemeriksaan yang dijaga oleh pasukan keamanan pro-rezim. (T/P001/P2)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
Baca Juga: Militer Israel Akui Kekurangan Tentara dan Kewalahan Hadapi Gaza