Konvoi Truk Bantuan untuk Gaza Mulai Bergerak dari Al Arish Menuju Perbatasan Rafah

Perbatasan Rafah. (Foto: Istimewa)

Kairo, MINA – Bulan Sabit Merah Mesir mengatakan konvoi truk bantuan telah mulai bergerak dari Al Arish Mesir menuju perbatasan Rafah dengan Gaza.

Dalam sebuah pernyataan kepada Anadolu pada Senin (16/10) pagi, Khaled Zaid, Direktur Bulan Sabit Merah Mesir di Sinai Utara, mengatakan: “Truk bantuan telah mulai dikirim ke perbatasan Rafah.” Truk-truk itu berisi persediaan makanan dan peralatan medis, katanya.

Waktu pasti bagi bantuan untuk memasuki penyeberangan Rafah tidak diketahui, katanya, seraya menambahkan: “Pemerintah Mesir telah meminta agar truk mulai bergerak ke penyeberangan secepatnya.”

Bulan Sabit Merah Mesir bertanggungjawab mengumpulkan bantuan dari negara dan lembaga yang mengirimkan bantuan kemanusiaan.

Bulan Sabit Merah Mesir mengumumkan di Facebook bahwa pada Ahad malam, bantuan bantuan tiba di Bandara Internasional Al Arish dari Türkiye, Yordania, dan Uni Emirat Arab, selain kedatangan ratusan truk konvoi darat yang membawa  berton-ton bahan bantuan dari Koalisi Nasional untuk Pekerjaan Pembangunan Sipil (Majelis Amal Mesir).

Baca Juga:  Mesir Tolak Usulan Israel Soal Perlintasan Rafah

Sepuluh hari setelah konflik dengan kelompok Palestina Hamas, pemboman dan blokade Israel terhadap Jalur Gaza terus berlanjut, dengan lebih dari 1 juta orang, hampir setengah dari total penduduk Gaza terpaksa mengungsi.

Gaza mengalami krisis kemanusiaan yang mengerikan karena tidak adanya listrik, air, makanan, bahan bakar dan pasokan medis yang hampir habis, ketika warga sipil melarikan diri ke selatan menyusul peringatan Israel untuk mengevakuasi wilayah utara.

Pertempuran dimulai ketika Hamas pada 7 Oktober memulai Operasi Banjir Al-Aqsa, sebuah serangan mendadak multi-cabang termasuk rentetan peluncuran roket dan infiltrasi ke Israel melalui darat, laut, dan udara. Dikatakan bahwa serangan tersebut merupakan pembalasan atas penyerbuan Masjid Al-Aqsa dan peningkatan kekerasan pemukim.

Baca Juga:  Negara-Negara Barat Desak Israel Gencatan Senjata di Gaza

Militer Israel kemudian melancarkan Operasi Pedang Besi terhadap sasaran Hamas di Jalur Gaza.

Jumlah warga Palestina yang tewas dalam serangan udara Israel di Gaza meningkat menjadi 2.750 orang, termasuk 750 anak-anak. Di Israel, 1.300 orang telah terbunuh. (T/R7/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: sri astuti

Editor: Ismet Rauf