Kopijan, Kedai Kopi Keliling Milik Pengusaha Muda di Pidie Aceh

(Foto: MC Pidie)

Pidie, MINA – Muhammad Fadil (23) dan Muhammad Ridwan (23) sedang mengatur letak kursi dan letak meja yang disusun secara berjajar di atas trotoar Jalan Banda Aceh-Medan, di Gampong Pulo Pisang, Kecamatan Pidie, Pidie, Aceh, Senin sore (9/5).

Mobil Volkswagen kuning keluaran tahun 1976 parkir di tepi trotoar itu. Wildan Firdaus (21), sedang menyeduh kopi dengan mesin espresso di dalam mobil tersebut. Ia mengenakan kaos hitam, jins biru, dan sepatu kets, sebagaimana dilaporkan Media Centre Pidie dikutip MINA, Selasa (10/5).

Pemuda asal Gampong Lampoh Sawo Beuereueh, Kecamatan Mutiara, Pidie, ini, adalah pengelola kedai kopi jalanan atau Kopijan, sebuah nama yang ditabalkan untuk kedai kopi keliling yang kerap mengambil tempat di atas trotoar jalan di Gampong Pulo Pisang tiap sore hari itu.

Wildan berkisah, kedai kopi keliling dengan konsep jalanan ini beroperasi pada November 2020 saat pandemi Covid-19 melanda dunia.

“Saya tidak punya pekerjaan saat itu. Sebelumnya, saya kerja di beberapa kedai kopi di Banda Aceh. Karena Covid-19, kedai kopi tempat saya terakhir bekerja tutup. Lalu, pada tahun 2020 ada teman yang menawarkan kerja dengan konsep seperti ini, dan karena saya tertarik, saya mencoba usaha kopi jalanan,” Wildan.

Bungsu dari empat bersaudara ini memperoleh keterampilan sebagai barista dengan sejumlah cara. Pada 2018, ia mengikuti pelatihan dasar mengoperasikan mesin pembuat kopi di Medan, Sumatera Utara, selama satu bulan.

Pada tahun yang sama, ia mengikuti pelatihan dasar barista di Balai Latihan Kerja (BLK) di Banda Aceh. Ketrampilannya semakin terasah saat ia bekerja di sejumlah kedai kopi di Banda Aceh.

Pemilik modal usaha ini adalah Fauzan. Ia membeli satu unit mobil Volkswagen bekas seharga 45 juta. Mobil tersebut kemudian dimofidikasi dengan pemasangan sejumlah interior, seperti pemasangan rak dan instalasi listrik yang menelan biaya hingga 20 jutaan.

Wildan, kedai kopi keliling, selain tidak membutuhkan modal yang besar untuk menyewa ruko, juga bisa berpindah-pindah. “Jika di jalan Sigli kurang laku, kita bisa berjualan di tempat lain,” ujarnya.

Kopijan juga menerima pesanan di acara-acara pesta perkawinan, acara maulid dan acara kenduri lainnya. “Harga sekali booking untuk paket 500 cup Rp 3 juta dan paket 1.000 cup Rp 6 juta,” katanya.

Usaha kedai kopi keliling ini tidak selamanya berjalan mulus. Kadang, mobil mogok dan hujan deras membuat kedai kopi ini tak bisa beroperasi.

“Pada hari biasa 300 sampai 400 cup laku dalam satu hari, dan pada akhir pekan, jumlah penjualan kopi mencapai 800 sampai 1.000 cup,” ungkap Wildan.

Bahan baku kopi di kedai ini adalah Arabica Gayo Special. Setiap satu bulan sekali Wildan memesan 30 kilogram kopi di Burni Kopi, di Bener Meriah.

“Harga biji kopi roast bean Rp 180 per kilogram. Ke depan harga kopi akan naik seiiring dengan kenaikan sejumlah kebutuhan pokok dan harga minyak,” kata Wildan.

Berbagai jenis kopi yang disediakan Kopijan, antara lain espresso, sanger espresso, americano, dan longblack. Harga kopi-kopi ini rata-rata Rp 10.000 per cup, kecuali kopi espresso yang harganya Rp 8.000 per cup.

Selain itu, ia juga menyediakan es kopi, seperti advocado, vanilatee dan soda lemon. Minuman es kopi ini dibandrol Rp 15 ribu per cup. Kopijan buka sejak pukul 16.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB. (AK/R1/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)