WARGA KORBAN GEMPA NEPAL ANTUSIAS DATANGI POSKO PENGOBATAN MER-C WANADRI

Posko bantuan medis Tim Kemanusiaan MER-C WANADRI di Sindhupalcowk, Nepal, Sabtu (9/5).. (Foto: Doc. MER-C)
Posko bantuan medis Tim Kemanusiaan MER-C WANADRI di Sindhupalcowk, Nepal, Sabtu (9/5).. (Foto: Doc. MER-C)

Sindhupalcowk, Nepal, 20 Rajab 1436/9 Mei 2015 (MINA) – Tiba di Distrik Sindhupalcowk pada Kamis (7/5) sore, Jum’at (8/5) paginya tim bantuan kemanusiaan dari Indonesia,  MER-C dan WANADRI langsung menggelar posko pengobatan bagi warga korban gempa.

Ketua Tim Soleh Soedrajat menjelaskan, pada hari pertama, posko pengobatan diadakan di wilayah Keurini. Keurini berada di ketinggian 1.800 mdpl. Gempa dahsyat yang menerjang Nepal membuat sembilan puluh persen bangunan di wilayah itu hancur.

“Kegiatan pengobatan pun diadakan di sebuah bangunan sekolah yang sebagian bangunannya sudah hancur karena gempa,” kata Soleh di Keurini, Sabtu (9/5).

Warga Keurini sangat antusias mendatangi posko pengobatan yang diadakan Tim MER-C dan WANADRI. Sejak posko dibuka, warga sudah terlihat antri untuk mendapat pengobatan bagi penyakit dan luka-luka yang mereka derita akibat terkena atau tertimpa reruntuhan bangunan.

Banyak tindakan medis yang dilakukan Tim pada hari ini. Jumlah pasien tercatat mencapai 140 orang dengan kasus terbanyak adalah Neglected Lacerated Wound, Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), dan diare infeksi.

Baca Juga:  Muslim Life Fair 2024 Hadir di Cibinong

Sementara berdasarkan laporan Islamiyah Samaun, salah satu relawan dalam Tim, selama berada di Keurini, gempa susulan kerap terasa. Setidaknya ada tiga kali gempa susulan.

“Gempa susulan terus-terusan terjadi. Hari ini saja sudah tiga kali. Malam besar sekali, pagi tidak terlalu besar, dan siang kembali besar sekali,” ujar Islamiyah.

Tim MER-C WANADRI berencana menetap satu hari di Keurini dan akan menginap dalam tenda yang telah dibangun di tanah lapang depan bangunan sekolah tempat posko pengobatan. Besok Tim akan bergerak pindah ke daerah lain di Sindhupalcowk yang belum tersentuh bantuan medis.

“Besok kami akan pindah lagi ke daerah lain yang lebih tinggi, kira-kira di ketinggian 2.000 mdpl,” tutur Islamiyah, anggota Tim yang bertugas di bagian logistik medis.

“Mohon doakan kami semoga selalu diberi kemudahaan dan kesehataan semuanya untuk membantu warga korban gempa di sini,” tambahnya.

Baca Juga:  BNPB Catat Dua Provinsi Masa Tanggap Darurat Bencana

Belum Tersentuh Bantuan Medis

Sebelumnya, setelah Dhunche yang telah tertangani bantuan medisnya oleh militer setempat, Kamis (7/5), Tim MER-C WANADRI yang terdiri dari sembilan orang relawan bergerak ke wilayah gempa terparah lainnya di Nepal, yaitu Sindhupalcowk.

Tim mulai bergerak ke Sindhupalcowk sejak Kamis pagi dengan membawa bantuan obat-obatan, alat medis dan juga tenda besar untuk pengobatan.

Sindhupalchok adalah kota yang terletak di barat laut Kathmandu. Untuk mencapainya dibutuhkan waktu enam jam perjalanan darat (mobil) dari Kathmandu, dan untuk mencapai desa-desa di wilayah ini, diperlukan waktu tempuh tiga jam lagi perjalanan mobil dari Sindhupalcowk.

Tim MER-C WANADRI mengalami sulitnya sinyal di wilayah tersebut. Seorang anggota tim, Dadang Mokhamad Rizal yang baru mengabarkan Jumat (8/5) sorenya, bahwa tim tiba di Sindhupalcowk sekitar pukul 17.00 Waktu setempat.

Dia menyatakan, kamp Tim tidak mendapatkan sinyal, maka untuk mendapatkan sinyal harus berjalan sejauh 1 km naik ke atas bukit.

Wilayah Sindhupalcowk menjadi tujuan Tim MER-C WANADRI berikutnya dalam misi kemanusiaan kemanusiaan ini atas hasil koordinasi dan negosiasi tim dengan Kepala Rumah Sakit Kantipur di Kathmandu.

Baca Juga:  Bus Study Tour MIN 1 Pesisir Barat Kecelakaan Tunggal

Info dari Kepala RS Kantipur Kathmandu, dr. Buddhi Man Shrestha, Distrik Sindhupalcowk merupakan salah satu wilayah korban gempa terparah. Dokter asli Nepal itu mengarahkan tim MER-C WANADRI untuk menuju Desa Helembu, salah satu desa di wilayah Sindhupalcowk.

Di desa inilah tim akan dapat melakukan aktifitas medis dan menjangkau desa-desa sekitar, meliputi; Gumba vos, Golche vos, Parangtang, desa-desa di distrik Sindupalcowk yang belum tersentuh bantuan medis.

Untuk mempermudah kegiatan tim di lapangan nanti, Kepala RS Kanthipur telah mengeluarkan izin tertulis bagi tim MER-C WANADRI melakukan aktifitas medis di Sindhupalcowk. Satu orang lokal sebagai guide juga disiapkan untuk mendampingi dan membantu tim berkomunikasi dengan warga setempat.

Rencananya, tim MER-C WANADRI akan melakukan aktifitas medis di Sindhupalcowk dan sekitarnya selama tujuh hari ke depan hingga 14 Mei 2015 dan 15 Mei 2015 direncanakan kembali ke Kathmandu, karena izin aktifitas efektif selama tujuh hari.(L/ R05/P2)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Wartawan: Rana Setiawan

Editor:

Comments: 0