Korea Utara: Israel Adalah Kanker dan Anti-Perdamaian di Timur Tengah

Pyongyang, MINA – Seorang pejabat Korea Utara menyebut Israel sebagai sebuah kanker dan anti-perdamaian di Timur Tengah, terkait serangan udara yang diluncurkan oleh pendudukan di Jalur Gaza baru-baru ini.

Menurut kantor berita Korea “Yonhap”, dalam sebuah artikel yang diterbitkan di situs resminya atas nama Sekretaris Jenderal Asosiasi Korea Utara-Arab, Yang Myung Sung, Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyatakan, “serangan udara tanpa pandang bulu diluncurkan oleh Israel di Jalur Gaza mengakibatkan sejumlah besar korban.”

Kementerian menekankan, pendudukan Israel adalah perusak perdamaian di Timur Tengah, dan itu hanya bisa menjadi entitas kanker, kontributor MINA di Gaza melaporkan.

Dalam artikelnya, Yang Myung Young mengecam keras kejahatan Israel terhadap Palestina dan mengatakan, “ekspansi pemukiman ilegal Israel di wilayah Palestina dan serangan udara brutal Israel terhadap negara-negara berdaulat.”

Mengekspresikan dukungannya, Yang menekankan “dukungan mereka untuk perjuangan rakyat Arab untuk menemukan solusi damai untuk masalah-masalah Timur Tengah, serta menjaga kedaulatan nasional.”

Pyongyang menganggap serangan udara Israel di Jalur Gaza sebagai “pelanggaran kekerasan,” menurut deskripsi perjanjian gencatan senjata, yang disimpulkan antara pendudukan Israel dan perlawanan Palestina pada 21 Mei.

Selama 11 hari, mulai 10 Mei, tentara pendudukan melancarkan agresi kekerasan di Gaza, sebanyak 255 warga Palestina, termasuk puluhan anak-anak dan wanita, syahid. Di sisi lain, 13 orang Israel tewas dan ratusan lainnya terluka akibat respon faksi perlawanan Palestina di Gaza. (T-K-G/RE1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)