Kota Handwara Memanas Setelah Mahasiswa Kashmir Dibunuh Tentara

Warga Handwara, Distrik Kupwara, Negara Bagian Jammu dan Kashmir, India, memprotes pembunuhan terhadap warga sipil, Kamis, 24 Agustus 2017. (Foto: Firdous Hassan/GK)

Kashmir, MINA – Kota Handwara di Kashmir dilanda ketegangan yang memanas setelah seorang mahasiswa ditembak mati oleh pasukan keamanan India.

Pemuda bernama Shahid Ahmad Mir ditembak oleh tentara di hutan Hafrada di Handwara, Distrik Kupwara pada Selasa (22/8). Demikian Greater Kashmir memberitakan yang dikutip MINA.

Tentara pada hari Selasa mengklaim telah membunuh seorang militan di hutan Hafrada saat bakutembak dengan gerilyawan. Namun, menurut polisi pada hari Rabu, gerilyawan yang dituduh adalah seorang warga sipil yang tidak memiliki keterlibatan dalam militansi.

Inspektur Jenderal Polisi Kashmir Muneer Ahmad Khan mengatakan, Shahid tidak memiliki catatan militansi sebelumnya dan tidak dapat dinyatakan sebagai seorang militan.

Ketika jenazah Shahid diserahkan kepada penduduk pada Rabu malam, warga yang marah menolak menyemayamkan dan jstru membawanya ke desa asli Shahid. Di sana, warga Handwara melakukan demonstrasi besar-besaran sepanjang malam menentang pembunuhan itu.

Di tengah demonstrasi yang luas, Wakil Komisaris Distrik Kupwara mengunjungi pemrotes hari Kamis (24/8) pagi dan mencoba membujuk mereka untuk memakamkan pemuda yang terbunuh.

Bentrokan terjadi pada Kamis antara warga dan aparat kepolisian. Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan demonstran.

Saksi mengatakan, sejumlah wanita pingsan dan orang-orang berlarian ketika ditembak oleh pasukan keamanan.

Jenazah Shahid akhirnya dikuburkan dengan jumlah pelayat yang sangat besar.

Warga sipil Kashmir sering kali menjadi korban tewas ketika pasukan keamanan India melakukan penyergapan terhadap pejuang bersenjata Kashmir. (T/RI-1/RS1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)