Kota Sabang Masih Kekurangan Guru

Banda Aceh, MINA – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Sabang, Provinsi Aceh, meminta agar adanya penambahan guru kepada Presiden Republik Indonesia, guna meningkatkan Sumber Daya Manusia, di pulau terluar ujung barat Indonesia tersebut.

“Saya sudah menyampaikan kepada Bapak Presiden, kalau Sabang saat ini kekurangan guru dan kita mengusulkan penambahan 123 guru untuk mengajar di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T),” kata Kepala Disdikpora Kota Sabang, Desiana, Rabu (20/2).

Desiana mengaku, telah mengusulkan penambahan guru dan langsung disampaikan kepada Presiden RI pada kegiatan Rembuk Nasional pada 11 hingga 13 Februari lalu di Sawangan, Jawa Barat.

“Selama ini, kita kekurangan guru TK, SD hingga SMP, kita berharap Bapak Presiden menerima usulan kita demi peningkatan sumber daya manusia di daerah 3T,” harap Desiana.

Pihaknya juga meminta pemerintah pusat untuk memberikan tunjangan yang sama kepada guru yang mengajar di daerah 3T agar tidak menimbulkan kesenjangan.

“Selama ini yang memperoleh tunjungan pulau terluar hanya guru yang mengajar di wilayah Kecamatan Sukakarya. Sementara di Kecamatan Sukajaya tidak memperoleh dan kita berharap tujungan daerah 3T itu disamaratakan,” harapnya.

Kota Sabang terdiri dari dua kecamatan, yakni Sukakarya dan Sukajaya. Kecamatan Sukakarya termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Sementara, Sukajaya tidak termasuk daerah 3T.

“Kondisi ini jika tidak dicarikan solusi, bisa menjadi bumerang bagi daerah. Kita sudah sampaikan ke Pemerintah Pusat untuk tidak membeda-bedakan karena secara umum Kota Sabang adalah termasuk pulau terluar paling barat Indonesia,” ujarnya. (L/AP/R01)

Mi’raj News Agency (MINA)