Krisis Nagorno-Karabakh: Armenia Siap Gencatan Senjata Lewat Mediator Internasional

Pertempuran di Nagorno-Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diduduki oleh Armenia. (Gambar: dok. Alahed News)

Yerevan, MINA – Pemerintah Armenia mengatakan, pihaknya siap bekerja sama dengan mediator internasional untuk mencapai gencatan senjata dengan Azerbaijan, di saat kedua saingan itu memperebutkan wilayah Nagorno-Karabakh yang diduduki Armenia.

Bentrokan militer kedua negara terus berlanjut hingga Jumat (2/10), hari keenam sejak pertempuran buruk kembali pecah pada Ahad (27/9), demikian Al Jazeera melaporkan.

Armenia “siap” menerima kehadiran Perancis, Rusia dan Amerika Serikat, yang menjadi ketua bersama kelompok mediator OSCE (Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa), “untuk membangun kembali rezim gencatan senjata”, kata Kementerian Luar Negeri Armenia dalam sebuah pernyataan hari Jumat.

Namun, pernyataan itu menambahkan bahwa “agresi terhadap Nagorno-Karabakh ini akan terus kami lakukan dengan kuat dan tegas.”

Perkembangan itu terjadi setelah pejabat etnis Armenia di wilayah Nargorno-Karabakh melaporkan 54 korban militer lainnya di antara pasukan yang didukung Armenia, menjadikan korban tewas menjadi 158 tentara.

Sementara Azerbaijan belum melaporkan adanya korban militer, tetapi mengatakan, 19 warga sipil tewas dalam penembakan Armenia.

Meskipun pernyataan Armenia menandai tanda pertama bahwa dialog dapat dilakukan, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan, agar Azerbaijan menyetujui gencatan senjata, Armenia harus menarik pasukannya.

Berbicara pada konferensi pers bersama dengan mitranya dari Italia Luigi Di Maio, Cavusoglu mengatakan, kebuntuan “mendorong Armenia untuk menyerang dan secara ilegal menempatkan orang-orang Armenia di wilayah negara lain.”

“Jika komunitas internasional ingin melakukan sesuatu terhadap Karabakh, dan harus membuat Armenia segera meninggalkan tanah Azerbaijan,” kata Cavusoglu. Ia menambahkan bahwa Turki akan mendukung upaya apa pun ke arah itu. (T/RI-1/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)