KTT Guru Besar PTKI Desember Mendatang

Jakarta, MINA – Dengan mengusung tema “Membingkai Agama dan Kebangsaan”, Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar pertemuan ilmiah atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) guru besar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Pertemuan yang bertajuk The 2nd Islamic Higher Education Professors (IHEP) Summit ini akan berlangsung di Bandung, pada 7-9 Desember 2018 mendatang.

“KTT Guru Besar PTKI Ke-2 ini penting untuk meningkatkan sumbangsih pemikiran kepada tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang kondusif melalui penelaahan kritis atas isu terkini nasional sesuai kepakaran masing-masing,” ujar Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Arskal Salim di Jakarta, Selasa (27/11).

Menurut Arskal, tema besar ini mendesak untuk mendapatkan respon akademik dari para guru besar atau professor PTKI menyusul beberapa fenomena penting. Pertama, belum tuntasnya relasi antara agama dan kebangsaan di negeri ini. Fenomena ini tidak saja terjadi di tengah kehidupan warga masyarakat secara umum, melainkan juga kalangan terdidik, termasuk juga akademisi di perguruan tinggi tanah air.

“Kasus menyeruaknya ideologi dan gerakan yang berorientasi untuk mengganti Pancasila dengan idoelogi lain adalah salah satu buktinya. Ideologi dan gerakan semacam ini hadir dalam besaran yang semakin lama cenderung semakin membesar,” ujarnya.

Kedua, menguatnya fenomena globalisasi yang ditandai oleh, dan disempurnakan dengan kemajuan peradaban teknis-material melalui beragam inovasi, mulai dari perangkat lunak dan keras, membuat referensi ideologi dan praktik domestik mendapatkan tantangan dari luar.

Memang, kata Arskal, tantangan ini bisa semakin memperkuat dan bisa pula memperlemah bangunan relasional antara agama dan kebangsaan. Namun, tantangan yang harus mendapatkan perhatian dan solusi adalah saat mewujud dalam bentuk yang memperlemah bangunan agama dan kebangsaan yang sudah lama melembaga dalam kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan di tanah air.

“Para guru besar atau profesor PTKI sepatutnya tanggap memberikan respon akademik terhadap serangkaian fenomena di atas. Sesuai dengan cakupan keilmuan dan pembidangan akademik yang menjadi spesialisasi di PTKI, maka para guru besar atau profesor PTKI akan membahas tema besar dimaksud sesuai dengan keilmuan masing-masing,” jelasnya.

Tema besar ini, lanjut Arskal, kan ditilik dari sejumlah perspektif, yaitu: ekonomi dan politik, pendidikan dan budaya, serta sains dan teknologi.

“Akan dibahas juga peran PTKI dalam penguatan bingkai relasi agama dan kebangsaan,” terangnya.

Kasubdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Suwendi menambahkan, KTT akan terbagi dalam empat kegiatan utama, yaitu: Pre-Conference Meeting, Panel Discussion, Parallel Session, dan Plenary Session.

“Kemenag membina 434 guru besar. Tentu tidak semua bisa ikut dalam KTT kali ini. Karenanya, panitia telah melakukan proses seleksi berdasarkan naskah akademik yang dikirimkan oleh para guru besar. Saya perkirakan, hanya sekitar 120 guru besar terpilih yang akan ikut ambil bagian dalam even ini,” pungkasnya. (R/R09/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)