KTT Kairo Dorong Sudan Bersatu Akhiri Konflik

Kairo, MINA – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kairo mendorong menuju sikap bersatu untuk mengakhiri konflik.

KTT tingkat tinggi yang dihadiri tujuh negara tetangga Sudan mencapai upaya komprehensif untuk menyelesaikan konflik yang semakin dalam di negara Afrika itu. Seperti dilaporkan Dailynewsegypt, Ahad (16/7).

KTT dihadiri para pemimpin Mesir, Ethiopia, Sudan Selatan, Chad, Eritrea, Republik Afrika Tengah dan Libya, serta pejabat tinggi dari Uni Afrika dan Liga Arab.

“Ini adalah tawaran baru untuk menghidupkan kembali gerakan internasional melalui mediasi negara-negara tetangga untuk menghentikan pertempuran antara faksi-faksi militer Sudan yang bersaing yang memicu krisis kemanusiaan,” kata Salah Halima, mantan ketua kantor Liga Arab di Sudan.

Para pemimpin Afrika sepakat untuk membentuk mekanisme menteri yang terdiri dari menteri luar negeri negara tetangga Sudan untuk merumuskan rencana aksi eksekutif untuk mengakhiri perseteruan.

Pertemuan pertama parfa menteri akan berlangsung di Chad dalam waktu yang akan ditentukan bersama.

Dalam komunike bersama KTT, para pemimpin menyatakan penghormatan penuh atas persatuan dan kedaulatan Sudan dan menyerukan agar tidak ada campur tangan dalam konflik domestik.

Mereka juga sepakat untuk memfasilitasi pengiriman bantuan melalui negara tetangga dengan berkoordinasi dengan lembaga dan organisasi internasional terkait.

Dewan Kedaulatan Transisi pimpinan militer Sudan memuji komunike tersebut sebagai langkah konstruktif terhadap pemulihan keamanan dan stabilitas di negara itu, dan menyatakan kesediaan untuk menghentikan operasi militer ketika Pasukan Dukungan Cepat paramiliter (RSF) menghentikan serangan terhadap warga sipil dan fasilitas publik, serta terlibat dalam dialog inklusif.

RSF juga menegaskan kembali dukungan untuk upaya regional dan global untuk mengakhiri perang di Sudan, dan menyerukan upaya gabungan dari pihak terkait untuk mencapai solusi komprehensif bagi Sudan secepat mungkin.

Sudan telah diguncang konflik kekerasan sejak 15 April antara Angkatan Bersenjata Sudan dan RSF.

Perang bersenjata telah menyebabkan lebih dari 3.000 tewas dan sedikitnya 6.000 terluka, menurut Kementerian Kesehatan Sudan.

Lebih dari 2,8 juta orang telah mengungsi, sebagian besar di dalam negeri, sejak konflik pecah di Sudan, menurut angka yang dikeluarkan oleh PBB. (T/RS2/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)