KTT Liga Arab Berlangsung di Tengah Tantangan Luar Biasa

Makkah, MINA – KTT Liga Arab telah dimulai pada hari Kamis (30/5), dihadiri Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz dan beberapa pemimpin Arab di Istana al-Safa di Makkah, Alarabiya melaporkan.

KTT dimulai dengan sambutan dari Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi, yang mengatakan bahwa perkembangan terakhir di kawasan ini memerlukan koordinasi bersama antara negara-negara Arab. Kata dia, bahwa serangan terbaru terhadap UEA dan Arab Saudi, mengancam keamanan kawasan dan perdagangan global.

Raja Salman dari Arab Saudi mengatakan, KTT darurat digelar karena “tantangan luar biasa” yang dihadapi kawasan itu. Menurutnya, bahwa Arab Saudi perlu memperluas kerja sama dengan negara-negara di kawasan itu, termasuk rakyat Iran, untuk mempromosikan pembangunan.

Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit menyuarakan pesan bahwa “Orang Arab tidak mengubah orang lain menjadi musuh tetapi mereka juga tidak bisa menerima ketidakadilan”. Dia menambahkan bahwa “Milisi Houthi telah melewati garis merah”.

Sementara Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengaitkan keamanan Teluk dengan keamanan nasional negaranya.

“Semua cara harus digunakan untuk mencegah para pelaku serangan terhadap fasilitas minyak di Arab Saudi dan Teluk,” katanya.

Setelah pidato Sisi, Raja Abdulla II dari Yordania menegaskan kembali, bahwa keamanan negara-negara Teluk adalah pilar fundamental dari stabilitas kawasan.

Berbicara dari “pengalaman yang sulit,” Presiden Irak Barham Salih mengatakan, bahwa wilayah itu mengalami krisis yang mengancam perang yang akan “menghancurkan segalanya,” menambahkan bahwa prinsip non-campur tangan dalam urusan internal perlu dihormati.

Menegaskan kata-kata Salih, Emir Kuwait, Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah menyatakan khawatir bahwa eskalasi yang dihadapi wilayah ini akan menambah “luka sebelumnya.”

Sementara itu dalam pidatonya, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menolak konsep ‘Damai Sejahtera’ dari Amerika Serikat untuk menyelesaikan masalah Palestina, merujuk pada lokakarya ekonomi yang diadakan di Bahrain bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk mengesampingkan rencana perdamaian terakhir antara Israel dan Palestina.

Ketua Dewan Transisi Militer Sudan, Abdel Fattah al-Burhan mengumumkan, bahwa negaranya mencari pemilihan demokratis yang melibatkan semua faksi politik. Dia juga menegaskan kembali dukungan Khartoum untuk rakyat Palestina dan perdamaian di Suriah dan Libya.

“Pertemuan di Makkah ini adalah pertemuan persatuan, iman dan kebijaksanaan,” kata Perdana Menteri Lebanon Saad al-Hariri dalam pidatonya.

KTT darurat digelar setelah serangan drone pada instalasi minyak di Arab Saudi dan serangan terhadap empat kapal, termasuk dua kapal tanker minyak Saudi, di lepas pantai Uni Emirat Arab. (T/B05/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)